Wednesday, April 04, 2018

University Entrance Speech by Asano-san: Lessons Learned

Today, I got one of the best speech I ever heard directly in university entrance ceremony (入学式). It was delivered by the president of my university, Asano-san. Moreover, the president is known in our university by his "Asano vision",  a vision that he brings to "rule" this university.

First things that I caught from his speech is about the feeling of new student entrancing the university. When entering graduate university, there is two type of students: 1) one who wants to take the challenge, 2) another who worries whether he/she can graduate from the university. No matter which type you are, you should do your best to tackle obstacles in the university. Attend all class, never miss one, submit all homework, focus on your research, make it narrow as much as possible, and you will be graduated.

To support this idea, Prof. Asano shortly described the work of Angela Duckworth of University Pennsylvania. It is not diligent or IQ that makes success in life but GRIT: perseverance and passion for long-term goals. An ability to keep hard work. The rule is called 10000 hours rule. The rule implies that 10000 hours of continues effort is the key to success. However, making effort without aims didn't make any significant result. Set the final aim, and divide it into pieces, everyday goal. Reach goal one by one. Grit nonetheless demonstrated the incremental predictive validity of success measures over and beyond IQ and conscientiousness. Collectively, these findings [1] suggest that the achievement of difficult goals entails not only talent but also the sustained and focused application of talent over time. Our head (read: brain) has the same capability as Einstein's brain. It depends on us to use it or not to use it. The problem is a will, there is or not, not the capability (can or can't).

The second one is about constant work, be persistent. Asano-san does running for 6 km every week on the treadmill. No matter how busy he is, as long as he can run, he will run. No ambition, no target. He just wants to keep persistent although he will get old and older. He also keeps walking around campus every Thursday, after lunch. The other record is he keeps his weight, every day. Another JAIST professor walks about four kilometers every day after completing the class/lab. He takes the route from the university to the nearest station. For your information, there is free shuttle bus from university to the station. So, money is not the reason.

The last one is about the self-confident. It is the most important thing in a life. If you have self-confident, how big the task is given to you, you can accomplish it. To maintain a strong will, we need physical strength by physical exercise. Of course, you need to develop your skill. In contrast, although you are a skilled student, if you are not self-confident, you will be in trouble.


Additional reference:
  1.  Duckworth, Angela L., Christopher Peterson, Michael D. Matthews, and Dennis R. Kelly. "Grit: perseverance and passion for long-term goals." Journal of personality and social psychology 92, no. 6 (2007): 1087.

Saturday, March 31, 2018

Tutorial Shell Unix/Linux untuk pemula

Shell Linux/Unix merupakan tools yang sangat powerful. Jika kita bisa menggunakannya dengan baik, shell dapat digunakan untuk menyelesaikan permasalahan apapun yang berkaitan dengan komputasi. Berbeda dengan GUI (graphical user interface), mudah diawal namun tidak fleksibel. Contoh sederhana, jika anda ingin merubah satu kata yang sama dengan kata yang lain dalam 1000 file teks, apakah anda tidak capek melakukannya dengan GUI? Dengan shell, hal tersebut bisa dilakukan hanya dalam satu menit. Beda dengan menggunakan GUI yang membutuhkan waktu berjam-jam.
Laman depan Tutorial Shell Linux

Alhamdulillah, saya telah menyelesaikan tutorial Shell Linux/Unix untuk pemula. Tutorial ini saya terjemahkan secara bebas dari Carpentries' shell-novice yang saya improvisasi dan kembangkan dengan bahasa Indonesia yang sederhana dan mudah dipahami. Langsung saja cus ke link berikut.
https://bagustris.github.io/shell-tutorial/
Anda juga bisa berkontribusi pada tutorial tersebut. Jika menemukan salah ketik, silahkan diberbaiki  diperbaiki. Jika ada yang bisa di-improve, silahkan juga. Buat pull-request, insyaAllah saya accept selama itu baik. Karena di-track dengan Git, anda harus menguasai Git jika ingin berkontribusi. Jika ingin belajar git sekalian, silahkan pelajari posting saya tentang git disini.


Tuesday, February 13, 2018

モスク、マスジド OR 回教寺院?

私はムスリム人です。イスラムは私の宗教。イスラムのお祈り場所の名前は何ですか?ムスクか、マスジドか、回教寺院か?

アラビア語で、イスラムのお祈り場所名前は「masjid」。この言葉の意味は衰弱場所。お祈りの一番大切は衰弱です。人の最も風琴は頭脳 です。この意味は、神様に人は意味ない。この link はどうイスラムのお祈りで衰弱中。衰弱はアラビア語で「sujud」です。だから、 名前はマスジド、衰弱の場所。

英語で「masjid」は「mosuqe」、だから、日本語で「モスク」。この言葉はスペイン語から、「mezquita」。

日本語でイスラム教のは回教です。だから、イスラムのお祈り場所の名前は「回教寺院」。この言葉が適切だと思ういます。
でも、日本で、みんな名前はは「モスク」、英語で「Masjid」。何で「回教寺院」じゃない?日本に住んでいるので、日本語の単語を使いましょう。 回教お祈り場所名前は 回教寺院です。

Thursday, February 08, 2018

Part of Speech (kelas kata) Bahasa Jepang

Untuk menguasai bahasa Jepang (mampu berbicara dan membaca), kita harus memahami kelas kata bahasa Jepang, Part of Speech kalau dalam bahasa Inggris. Karena, suatu kata dalam bahasa Inggris bisa berbeda kelas katanya dalam bahasa Jepang (padanan katanya).

Contoh:
  • drive a car (verb phrase, English) : mengendarai mobil
  • kuruma no unten (noun phrase, Japanese): mengendarai mobil
Yang paling penting juga: bahasa Jepang menganut pola SOV (subject-object-verb), bukan SVO seperti bahasa inggris dan Indonesia. Contohnya seperti: saya-buah-makan (watashi ha kudamono wo taberu). Bahasa lain yang menganut pola SOV adalah bangla(deshi), konon ini yang memudahkan mereka belajar bahasa Jepang (meski faktanya banyak juga yang kesulitan).

Kelas kata bahasa Jepang secara "sederhana" dapat dibagi sbb:

Monday, February 05, 2018

Warna-warna noise (bising)

Bising, atau lebih familiarnya noise atau derau, memiliki banyak warna. Ya warna. Ada bising putih, bising pink, bising coklat, tiga itu yang paling terkenal. Warna bising lainnya adalah, bising merah, bising biru dan bising abu-abu. Tentunya kita jarang mendengar warna bising tersebut bukan? Pasti. Kita lebih familiar dengan white noise, pink noise, brown(ian) noise, red noise, blue noise dan grey noise. Maka, akan lebih mudah mendefinisikan dengan istilah aslinya dalam bahasa inggris daripada menterjemahkannya dalam bahasa Indonesia.

Berikut adalah pengertian warna-warna noise dan contoh suara dari warna noise tersebut.
  1. White noise
  2. Suatu noise (bising) dikatakan white noise jika power spectrumnya independen/konstan terhadap frekuensinya. Analoginya, cahaya putih mengandung semua frekuensi secara merata.Jika total power dari suatu noise dapat dihitung dengan persamaan, $$\bar{P} =\int_{f_i}^{f_u}df~N_0(f), $$ Jadi pada kasus white noise, maka power sinyalnya menjadi: $$ \bar{P}=N_0(f_u - f_i)=N_0 (BW),  $$ dimana BW adalah lebar pita noise pada spectrum yang konstan.
    Plot power spectrum white noise (sumber:[3])
    Untuk mendengarkan (dan mendownload) white noise, klik gambar di bawah ini (jika memakai headset, kecilkan volumenya dulu).

Tuesday, January 30, 2018

Belajar bahasa Jepang melalui gadget

Masalah:
Saya sudah lama tidak menulis, sejak pertengahan menjadi mahasiswa s1. Sejak itu saya lebih banyak mengetik dengan laptop. Karenanya saya tidak piawai menulis. Namun, saya kuat dalam mengetik.

Goal:
Bisa membaca kanji, bisa mengetik kanji
Solusi:
Belajar bahasa Jepang dengan PC, tablet dan smartphone.

Wednesday, January 24, 2018

How-to: Write a Research/Study Plan

Planning a research is the first step to authoring a Ph.D. The next steps are drafting, writing and finishing a doctoral thesis or dissertation. However, the first step is the most important. We'll never walk through 1000 steps if we didn't walk on the first step. A journey of a thousand miles begins with a single step. Right..?

So, let's starts. Research plan should include as follows in order;
  1. Theme (one sentence, almost the same as the title)
  2. Backgrounds (final target, problems, previous reports for each problem, advantage/disadvantage, remained problems)
  3. Purpose (your tackling problem (what/why), main purpose, sub-goals for the purpose)
  4. Methodology (how to achieve each subgoal, how to combine these to achieve the final purpose)
  5. Expected results, contributions.
That's all that I got from my supervisor here. Great! So, let's move to the next step.
Life is getting started. Move dynamically!

Wednesday, January 10, 2018

Berpikir terbalik

Kadang saya suka berandai-andai: bagaimana kalau sebaliknya...?

Saat ramai-ramai izin taksi online atau ojek online dipermasalahkan, saat itu saya punya pikiran: bagaimana kalau sebaliknya...? bagaimana kalau taksi dan ojek konvensional yang dilarang saja: semua harus online. Setidaknya ada manfaat: keterbukaan dan kemudahan, meski hanya untuk sebagian orang (di masa depan tentu manfaatnya lebih banyak).

Saat perayaan tahun baru dilarang: bagaimana kalau sebaliknya...? bagaimana kalau malah harus merayakan dengan hal yang negatif...? OK, begini urutannya:
Tidak boleh merayakan sama sekali --> boleh merayakan dengan hal yang positif --> boleh merayakan dengan hal yang positif/negatif --> harus merayakan dengan hal yang negatif.
Bagaimana jika seperti itu...?

Terkait "publikasi harus terindeks Scopus". Bagaimana kalau dibalik: Tidak boleh publikasi yang terindeks scopus. Atau kalau mau lebih extrim lagi: jika (sengaja) publikasi (hanya) terindeks Scopus --> pecat!

Bagaimana jika sepert itu...?

Anda tidak bisa melarang orang yang memakai cadar atau memakai jilbab. Sebaliknya anda juga tidak bisa melarang seseorang berpakaian seminimal mungkin atau (hampir) telanjang. Peraturanlah yang mengaturnya. Dan agama saya kaya akan peraturan seperti itu.

Dunia diciptakan berpasangan, ada hitam ada putih, ada gelap ada terang.

Ini pikiran ekstrim, setidaknya ada perimbangan dari satu kubu bahwa tidak ada kebenaran mutlak selama kita di dunia ini. Selama agama tidak melarang, tidak masalah. Peraturan buatan manusia banyak salahnya dan bisa diubah.

Monday, January 08, 2018

(Tidak) Merayakan tahun baru (2018): kemudahan menjalankan ibadah di Jepang

Tahun baru 2018.

Berawal dari keinginan untuk mengisi liburan dengan kegiatan yang postif. Memanfaatkan musim libur, awalnya "kami (saya + Dwi Prananto)" ingin menggunakan 18 kippu, tiket terusan murah meriah yang yang bisa dipakai untuk semua jenis kereta express dan local. Namun, karena seat kereta Moonlight Nagara sudah habis, kami memutuskan untuk naik bis. Pada (perayaan) Tahun baru ini, kami mendapatkan kemudahan menjalankan ibadah (sholat) di beberapa public space di Jepang.

Tokyo

Kami berangkat dari Nomi (能美市) jam 8 malam. Dengan menggunakan bus shuttle dari kampus menuju Tsurugi eki (鶴来駅). Dari Tsurugi dilanjut kereta hokutetsu (北陸石川線)  ke nishi-kanazawa (西金沢)/shin-nishikanazawa (新西金沢), dan dengan JR ke Kanazawa. Bus ke Tokyo berangkat dari Kanazawa eki (nishi gate) jam 22.15, dijadwalkan sampai di Tokyo ikebukuro jam 7.10, namun agak terlambat, jam 7.30. Pesan tiket Bus bisa lewat web ini, dan bayar via kombini atau credit/debit card. Jangan takut, bis ini amat sangat nyaman, lengkap dengan penutup kepala dan tempat kaki yang membuat tidur menjadi pulas.

Dari Ikebukuro Sunshine bus terminal kami berjalan menuju stasiun Ikebukuro. Dari Ikebukuro kami naik Yamanote Line ke Ueno untuk menuju ke Space hostel. Harusnya ada eki yang lebih dekat, yakni Iriya. Karena belum tahu, kami turun di Ueno dan jalan ke Space hostel. Kelebihan hostel ini, selain murah juga bisa check in lebih pagi, jam 08.00 JST. Hostel ini juga dekat dengan Ueno koen, zoo, National Museum dan beberapa obyek wisata lainnya.

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...