Tuesday, July 11, 2017

Open Science dan Open Data

Dunia telah terkutub dalam dua kekuatan besar. Kekuatan kapitalisme yang berusaha mengeruk keuntungan dari umat manusia, dan kekuatan keterbukaan untuk berbagi. Contoh dari dua sumbu besar yang saling berseberangan ini adalah pada dunia IT. Di satu sisi perusahaan besar semisal Microsoft, Apple dan Google berusaha mendominasi dunia dengan perangkat buatan mereka. Di sisi lain ada movement opensource seperti Linux, GNU dan berbagai perangkat lunak yang mensyaratkan kode terbuka. Apakah semua perusahaan yang bertujuan mengeruk profit itu kapitalis? tentu tidak. Seiring berkembangnya zaman, mereka kini lebih terbuka.

Begitu juga dalam sains, ada usaha agar sains tidak dimonopoli oleh perusahaan yang berorientasi profit. Apakah bisa perusahaan mendapatkan profit dari sains? bisa sekali. Saat ini, standar metrik untuk publikasi, resources sains, dan infratruktur sains masih dikuasai perusahaan komersial. Ini berbahaya, karena mereka bisa memanipulasi dan mengatur kegiatan mereka dalam bisnis sains untuk keuntungan mereka pribadi. Karena inilah lahir pergerakan open science, usaha untuk membuat sains menjadi terbuka.

Open Science : Prinsip, Taksonomi dan Open Data
A post shared by Bagus Tris Atmaja (@bagustris) on

Dalam kuliahnya kemarin di Kaitsler Hall ICTP, Louise memaparkan pentingnya open science dimana prinsipnya dapat dilihat pada slide kedua di atas (swipe >>). Lebih jauh, fosteropenscience.eu mengembangkan prinsip open science diatas menjadi taksonomi open scince sebagai berikut.
Taksonomi open science [1]


Dalam webnya fosteropenscience.eu, kontribusi tiap-tiap persentase tersebut di-persentase sehingga terlihat bagian mana yang memiliki kontribusi besar. Open access dan open data memiliki kontribusi paling besar dengan persentase 37 % dan 31 %. Jika open access merupakan sharing terbuka publikasi baik berupa paper proceeding, jurnal atau buku, maka open data adalah sharing data penelitian kita, artinya data penelitian tersebut (raw data, metode dll) accessable atau dapat diakses oleh peneliti lain sehingga mereka mampu mereproduksi penelitian kita untuk mendapatkan hasil yang sama atau bahkan mungkin lebih baik dengan metode mereka sendiri.

Zenodo
Zenodo merupakan buah karya kerjasama OpenAIRE, EU, dan CERN. Jika anda menggunakan researchgate dan academia atau sejenisnya, maka Zenodo adalah open repository yang dapat digunakan untuk mengunggah data-data penelitian kita: draft, paper, jurnal, presentasi ataupu data set. Tidak hanya Zenodo, anda juga bisa menggunakan open science platform (OSF, www.osf.io), Foster open science (fosteropenscience.eu) ataupun platform open science lainnya. Saya lebih suka menggunakan zenodo karena lebih terbuka dan lebih disukai di komunitas open science.

[1]. www.fosteropenscience.eu
Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...