Tuesday, January 17, 2017

Mengganti HDD dengan SSD, CD-ROM dengan HDD

SSD (solid-state-drive) merupakan media penyimpanan baru berbasis bahan solid state. Berbeda dengan HDD (hard-disk-drive) yang menggunakan komponen berputar (motor) untuk membaca dan menulis pada disk (cakram), maka SSD secara teori (dan terbukti) memiliki lifespan yang lebih tinggi dan kecepatan read/write yang jauh lebih tinggi karena menggunakan media penyimpanan berupa solid state. Simply speaking, dengan menggunakan SSD, proses booting PC kita berasa menyalakan TV: tekan power ON, tunggu beberapa detik, dan PC sudah siap. Berbeda dengan booting melalui HDD yang (umumnya) membutuhkan waktu beberapa menit.

Pada eksperimen pertama, saya menggunakan MacBook Pro A1278, i7, late 2013 (mid 2012 family). Kebetulan kabel fleksibel HDD ke motherboard rusak, sekalian saya mengganti kabel fleksibel, maka HDD saya ganti ke SSD, dan HDD lama saya pasang ke tempat CD-ROM dengan perantara HDD caddy. Ini adalah tampilan lama daleman Macbook saya sebelum saya pasangi SSD dan HDD caddy.


A photo posted by Bagus Tris Atmaja (@bagustris) on


Awalnya belum ada niatan untuk beralih ke SSD. Kebetulan, karena kabel fleksibel HDD saya rusak, sekalian saya ganti HDD ke SSD. Bagaimana saya bisa tahu kalau kabel fleksibel HDD saya rusak? Kalau anda memakai macbook dan setelah booting anda menemukan gambar tanda tanya di dalam folder dan berkedip-kedip (blinking folder within question mark) seperti gambar di bawah, artinya kabel HDD anda tidak konek ke motherboard alias rusak. Setelah saya buka penutup bawah macbook pro (mbp) saya, dan saya ambil HDD-nya, ternyata HDD tsb masih berfungsi dengan baik. Cara mengeceknya yakni dengan memasukkan HDD tsb external harddisk case. Benar, kabel fleksibel HDD saya rusak (dan ini adalah kerusakan yang umum terjadi pada MPB).

Blinking folder within question mark pada MBP yang menandakan kabel flexibel HDD rusak
Nah, sekalian mengganti HDD sekalian mengupgradenya ke SSD. Begini step-by-stepnya.
  1. Buka casing belakang/bawah laptop sesuai link ini, jika macbook anda juga rusak HDD flex-nya, anda bisa mengikuti tutorial tsb sampai tuntas. Penampakan macbook bagian bawah setelah casing-nya dibuka adalah gambar paling atas.
  2. Copot HDD dari tempatnya, Ganti dengan SSD. Hati-hati saat mencopot dan memasangnya. Empat baut pada HDD perlu anda lepas dan pasang pada SSD. Gambar berikut adalah penampakan SSD (Samsung 750 EVO, 256GB*) setelah terpasang, bandingkan dengan gambar paling atas saat masih memakai SSD.
  3. SSD setelah terpasang beserta kabel flex baru
  4. Pasangkan HDD pada HDD caddy. Langkah-langkahnya tertulis pada HDD caddy tsb.
  5. HDD yang sudah terpasng pada HDD caddy
  6. Buka/copot CD ROM dari tempatnya. Untuk macbook agar sedikit rumit, semua kabel dan baut di sekitar CD ROM harus dilepas. Ikuti tutorial ini agar lebih muah. Untuk Lenovo G580 tinggal melepas bautnya dan menekan ke luar dengan bantuan obeng minus, lihat tutorialnya disini.
  7. Masukkan HDD caddy ke tempat CD ROM. Pasang kembali mur, wiring dan penutup laptop bagian bawah, pastikan semua sudah terkunci dengan kencang. Goyang-goyangkan pelan untuk mengecek apakah ada komponen yang lepas/longgar.
  8. Pemasangan HDD caddy pada tempat CD ROM
  9. Nyalakan laptop, saatnya beralih ke OS (software)

Operating System

Saya selalu menggunakan Ubuntu OS sebagai OS utama saya sejak mahasiswa tingkat akhir hingga sekarang, namun dengan dual boot baik macOS (macbook) dan Windows OS (Lenovo G580). Begini skema partisi saya,

Macbook
  • SSD : Ubuntu 16.04 (1 partisi utama)
  • HDD : partisi OS X, partisi NTFS, partisi EXT 4 (3 partisi utama)
Dual boot pada macbook saya akali dengan rEFIt, dan alhamdulillah masih work out of the box sampai OS X Sierra (10.12). Tutorialnya ada disini. Jadi alih-alih satu disk untuk dua OS, pada MBP masing-masing disk hanya untuk satu OS: Ubuntu pada SSD dan macOS pada HDD, karena saya lebih sering menggunakan Ubuntu. Pada HDD ada 3 partisi utama, dan partisi kecil lainnya yang biasanya digunakan untuk system reserved dan jarak antar partisi.

Lenovo G580
  • SSD : Windows 10, Ubuntu 16.04 (2 partisi utama )
  • HDD : Windows 7, data NTFS, partisi data EXT4 (3 partisi utama)
Untuk Lenovo G580, setelah SSD dan HDD caddy dipasang, maka saya install Windows 10 Pro yang dilanggan kampus saya dan saya aktivasi dari jaringan kampus (gunakan ITS-wifi untuk aktivasi windows). Setelah itu saya fresh install Ubuntu 16.04 dengan terlebih dahulu men- disable UEFI boot melalui bios (F12). Setelah terinstall kembalikan ke mode enable UEFI boot. Setelah proses instalasi selesei, restart. Semua OS pada dua disk (SSD dan HDD) akan ditampilkan oleg GNU Grub.

Proses upgrading selesai, kini bisa multi tasking dengan fullspeed, membuka virtual box secara cepat dan menyalakan laptop dengan proses boot dalam hitungan detik.

Gallery

HDD caddy (kanan) dan CD ROM macbook

Tampilan bawah G580 setalah HDD dan CD ROM dilepas

Pemasangan HDD caddy (kiri) menggantikan CD ROM (kanan)

Instalasi Windows 10 Pro (Univ. license)
Mapping volume HDD pada Macbook Pro

Mapping Volume SSD pada Macbook Pro

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...