Monday, June 16, 2014

Meninggalkan Jepang, Kembali Ke Indonesia

Hampir tiga tahun saya disini, begitu banyak pengalaman berharga saya dapat, berbagai permasalahan hidup datang dan pergi silih berganti, dan beberapa bulan lalu saya telah mengambil keputusan: saya harus pulang secepatnya. Gayung pun bersambut, ada tawaran kerja dari Indonesia yang langsung saya iyakan, sementara perusahaan saya disini meminta tambahan waktu beberapa bulan lagi agar saya mau bertahan disini. Saya menyanggupinya sampai Juni 2014, bulan ini.

Hampir tiga tahun yang lalu saya mengawali petualangan di negeri Sakura ini. Mendarat untuk pertama kalinya di Fukuoka airport, kemudian bertolak ke Kumamoto. Disana saya menghabiskan kurang lebih 6 bulan waktu saya di Kumamoto daigaku, mengerjakan tesis S2 saya. Seharusnya saya berada di kota itu selama setahun, namun karena tesis sudah selesai dan saya mendapatkan tawaran kerja di propinsi Mie, saya memutuskan untuk menyudahi beasiswa yang diberikan oleh JASSO kepada saya dan pergi ke Mie-ken untuk melanjutkan hidup dengan bekerja di industri otomotif.

Disinilah saya, sebuah kota bernama Kameyama (Kame=kura-kura, Yama=Gunung) di propinsi Mie, hidup selama dua tahun tiga bulan. Kota yang jauh dari hingar-bingar perkotaan. Beneran, kota kecamatan semisal Maospati di Magetan lebih ramai dari kota Kameyama ini. Ketika malam menjelang, kira-kira jam 7-an, kota ini seperti kota mati tak berpenghuni. Awalnya saya sangat kesepian disini, alhamdulillah akhirnya lahir komunitas Keluarga Muslim Indonesia Mie (KMI Mie), tempat dimana saya menemukan keluarga sekaligus mengasah seni berkomunitas.

Inilah hidup, ada yang datang ada yang pergi. Waktu terus berjalan, dan waktu itu sangat terbatas. Hanya waktulah satu-satunya hal yang terbatas dalam hidup ini. Jikalau tidak ada aral melintang, inshaAlllah tanggal 25 Juni ini saya meninggalkan Jepang dan kembali ke Indonesia, mungkin untuk selamanya. Semoga ini keputusan terbaik yang telah digariskan olehNya.

Finally, banyak pelajaran berharga yang saya dapat disini, utamanya pelajaran tentang kedisiplinan dan menghargai waktu. Disiplin dalam segala hal, dari yang terkecil sampai yang terbesar, dari diri sendiri, keluarga dan komunitas/organisasi. Spiriti dari "ganbatte" pun juga saya dapatkan disini, semangat untuk melakukan yang terbaik, tercepat dengan kesalahan seminimal mungkin. Semangat untuk menggunakan waktu sebaik-baiknya tanpa ada hal yang sia-sia, meski itu cuma satu detik. Ganbatte bagus-san!

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...