Friday, April 04, 2014

Memaksimalkan Waktu: Dasar, Konsep dan Aplikasi

Dalam Al-Quran, dimana istilah "waktu" yang kita pakai saat ini berasal, kata waktu sendiri hanya disebutkan dua kali dengan kalimat yang sama,

إِلَى يَوْمِ الْوَقْتِ الْمَعْلُومِ

Artinya: Sampai waktu yang telah ditentukan.

Namun dalam banyak ayat yang lain, Allah bersumpah dengan kata-kata Demi waktu, Demi Siang, Demi Malam, dan "demi-demi" yang lain yang mengisyaratkan waktu ketika fenomena alam terjadi, pergantian waktu dan hal-hal lain. Sebegitu pentingkah waktu hingga Tuhan menggunakan kata-kata waktu untuk sumpah?


Disiplin Waktu

Islam mengajarkan kita untuk menaati perintah pemimpin kita, sepanjang dia adil. Disisi lain lain, Islam juga mengarkan kepada kita untuk menggunakan waktu dengan sebaik-baiknya, tanpa ada yang sia-sia. Firman Allah dalam surat Alam Nasroh ayat ke-7,

فَإِذَا فَرَغْتَ فَانْصَبْ

Artinya: Maka apabila engkau telah selesai (dari sesuatu urusan), tetaplah bekerja keras(untuk urusan yang lain).

Islam mengajarkan kepada kita untuk tidak multitasking, namun fokus pada SATU pekerjaan sampai pekerjaan itu selesai dan melanjutkan pada pekerjaan lainnya. Jika saja kita benar-benar hidup berdisiplin, maka jalan usaha dan kerja sebagai perwujudan beribadah kepada Allah akan selalu mendapat keridhaan serta kemudahan dari pada-Nya. Bukan oleh orang lain, akan tetapi hasil usaha kita sendiri. “ora et labora”  bekerja dan berdo’a yang harus kita gaungkan. Apabila kita ingin meraih sukses, bangun dari tidurmu lebih dulu dari ayam berkokok pada pagi hari.

Maka, berdasarkan dasar-dasar Quran tersebut, sudah selayaknya kita sebagai muslim memanfaatkan dan memaksimalkan waktu yang kita miliki di dunia ini. Selanjutnya, konsep memaksimalkan waktu ini tidak lain adalah dengan menggunakan waktu dengan sebaik-baiknya, jangan ada waktu yang terbuang sia-sia. Kata Kang Abik (@h_elshirazy) waktu adalah  sumber daya paling terbatas dan tidak terbarukan. Juga sumber daya yang tidak bisa dibeli.

Lalu, bagaimana aplikasinya?
Kembali ke konsep dasar diatas, yakni dengan menggunakan waktu kita sebaik-baiknya untuk hal-hal yang bermanfaat. Kerjakan yang bermanfaat, tinggalkan yang sia-sia, begitu kata orang bijak. Sebagai contoh, kalau kita mengaji (Al-Quran) tiap hari 1-3 juz, sholat tepat waktu, selalu sholat tahajud, sholat dhuha, selalu puasa senin kamis, bayar zakat & infaq, berbuat baik, menolong sesama, masa sih tuhan gak ngasih apa-apa?

Orang Arab mengatakan; waktu itu ibarat pedang, Time is like a sword: if you don't cut it, it cuts you. Orang Barat mengatakan "Time is Money" waktu itu uang, dan orang Jepang mengatakan kouin ya no gotoshi, waktu itu terbang seperti anak panah.

Mari kita gunakan waktu kita sebaik-baiknya sebelum ajal menjemput, sebelum nafas hanya sampai di tenggorokan dan sebelum semua kesenangan di dunia ini sirna. Lantas, kapan kita bisa beristirahat? Ketika kaki kita sudah menapakkan surga!


Sumber:
[1] http://bagustris.blogspot.jp/2013/04/kajian-bulanan-mie-k1
[2] http://muhsinhar.staff.umy.ac.id/disiplin-waktu/
[3] http://www.republika.co.id/berita/dunia-islam/hikmah/13/12/25/mybzcn-kiamat-dan-waktu
[4] http://www.republika.co.id/berita/dunia-islam/hikmah/13/12/25/mycsos-disiplin-dan-tepat-waktu
Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...