Friday, August 30, 2013

Ayo Belajar Bahasa Jepang [13]: Suzuka Ni Shite Kudasai

Pada pelajaran ke-13 ini, Kuon dan Bucho (Kepala bagian) berada dalam satu lift. Ketika di dalam lift, Kuon mengajak bicara buchou-nya, namun buchou mengingatkan Kuon untuk diam. Bagaimana ungkapan buchou terhadap Kuon tersebut? Inilah seri pelajaran Ayo Belajar Bahasa Jepang ke-13.

Bucho menyuruh Kuon diam dalam liff

Naskah Percakapan (会話 / かいわ)

クオン今日は緊張しました。
部長、あの会社ですが…。
Hari ini saya gugup sekali.
Buchô, soal perusahaan tadi...
KUONKYÔ WA KINCHÔ SHIMASHITA. BUCHÔ, ANO KAISHA DESU GA...
部長クオンさん、エレベーターの中では静かにしてください。Kuon, mohon diam saat sedang di dalam lift.
BUCHÔKUON-SAN, EREBÊTÂ NO NAKA DE WA SHIZUKA NI SHITE KUDASAI.

Naskah percakapan di atas dapat didownload disini.

Tata Bahasa Jepang (会話 / かいわ)

Partikel ga (が) setelah desu (です) sering digunakan sebagai kata penghubung yang berlawanan juga digunakan untuk mengangkat sebuah topik pembicaraan.
Contoh: “Ashita desu ga ____” artinya “Soal besok ____”

Sunday, August 25, 2013

Summer Vacation Part II: Hikone dan Tokyo

Setelah berkelana ke Kyoto - Osaka - Amanohashidate selama tiga hari, pada liburan musmim panas 2013 kali ini saya melanjutkan perjalanan ke Tokyo dengan singgah sejenak di kota Hikone, Provinsi Shiga. Awalnya, kami hanya ingin memanfaatkan waktu dengan maksimal. Kereta Moonlight Nagara yang akan membawa kami ke Tokyo baru berangkat jam 22.55 dari stasiun Ogaki, sementara dari Kyoto ke Ogaki hanya membutuhkan 1,5 jam dan saat di stasiun Kyoto waktu masih menunjukkan pukul 17.30. Walhasil, kita masih punya banyak waktu untuk dimanfaatkan dengan sebaik-baiknya. Dengan sedikit googling, kita menemukan kota Hikone yang dilewati Kereta dari Kyoto ke Ogaki. Ada Hikone castle yang merupakan satu diantara empat castle yang masuk National Treasure of Japan, serta ada juga Danau Biwa (Biwa-ko) yang merupakan danau terbesar di Jepang.

Hikone

Dari Kyoto, perjalanan menuju Hikone dapat ditempuh dengan kereta JR arah Maibara, berhenti tepat satu stasiun sebelum stasiun Maibara. Keluar dari stasiun Hikone, kami berjalan ke arah barat menuju Hikone castle. Untuk menemukan Hikone castle tidak begitu sulit, apalagi jika ada google maps, tinggal mengikuti panduan yang ada pada peta digital tersebut. Sekitar 500 m berjalan kaki dari pintu keluar stasiun Hikone, kami menemukan kuil dimana banyak lampion di pintu gerbangnya.

Rute dari stasiun Hikone menuju Danau Biwa via Hikone castle
A photo posted by Bagus Tris Atmaja (@bagustris) on

A photo posted by Bagus Tris Atmaja (@bagustris) on

A photo posted by Bagus Tris Atmaja (@bagustris) on
Memasuki kuil ini, ternyata banyak orang yang akan bersembahyang, atau mungkin ada acara lain. Kami hanya berjalan lalu saja melewati kuil ini dan menyusuri jalan lain ke dalam kompleks Hikone castle. Sesekali kami berhenti, mengambil foto dan melanjutkan perjalanan.  Seperti halnya kastil-kastil lain di Jepang, Hikone castle dikelilingi oleh sungai buatan dengan benteng pertahanan. Sekilas kastil ini mirip hutan, namun bila dilihat dari jauh, akan nampak bangunan kastil di bagian atasnya. Sore itu kastil tampaknya telah tutup dan kami melanjutkan perjalanan ke arah danau Biwa yang tak jauh dari kastil. Keluar dari kastil kami kembali berjalan ke arah barat, dan setelah melewati satu lampu merah akhirnya kami sampai di danau Biwa.

Kajian Bulanan Mie-ken Juli 2013: Puasa Ramadhan

Sebagai agenda rutin bulanan, KMI Mie pada Bulan Juli 2013 kembali mengadakan pengajian di Budoukan, Kota Suzuka, Prefektur Mie, Jepang.

KMI Mie, Juli 2013
Karena bertepatan menjelang Ramadhan, makan pengajian kali ini bersifat hal-hal mendasar tentang puasa Ramadhan.

Pertama, dibahas tentang hal yang membatalkan puasa. Yang membatalkan puasa adalah sbb:
  1. Makan dan minum melalui mulut
  2. Muntah dengan sengaja
  3. Istimna, mengeluarkan sperma dengan sengaja
  4. Jima'

Kedua diterangkan pula tentang syarat wajib puasa. Yang wajib berpuasa adalah mereka yang islam, baligh, berakal, dan mampu.

Ayo Belajar Bahasa Jepang [12]: Sore Wa Benri Desu Ne

Pada pelajaran 12 ini, Kuon mempromosikan kulkas baru produk dari perusahaannya yang memiliki kelebihan dapat menghilangkan bau. Kliennya mengatakan fitur tersebut praktis sekali, bagaimana ungkapan kliennya tersebut?

Kuon memasarkan kulkas baru pada kliennya

Naskah Percakapan


クオンこちらが新しい冷蔵庫のパンフレットです。Ini brosur tentang kulkas baru itu.

KUONKOCHIRA GA ATARASHII REIZÔKO NO PANFURETTO DESU.
取引先どんな特長があるのですか?Fitur khusus seperti apa yang dimilikinya?
KLIENDONNA TOKUCHÔ GA ARU NO DESU KA?
クオン一番の特長は脱臭機能です。
臭いが気になりません。
Fitur paling khusus adalah fungsi penghilang bau.
Anda tidak akan terganggu oleh bau.

KUONICHIBAN NO TOKUCHÔ WA DASSHÛ-KINÔ DESU.
NIOI GA KI NI NARIMASEN.
取引先へえ。それは便利ですね。Wah, praktis sekali!
KLIENHÊ. SORE WA BENRI DESU NE.

Naskah percakapan diatas dapat didownload disini.

Tata Bahasa Jepang

Bentuk negatif dari kata sifat: ubah akhiran --i menjadi --kunai
Contoh: atarashii (baru) → atarashikunai (tidak baru)
              oishii (lezat) → oishikunai (tidak lezat)

Friday, August 16, 2013

Summer Vacation Part I: Kyoto, Osaka, Amanohashidate

Diantara episode-episode yang paling berkesan dalam hidup saya adalah ketika menaklukkan puncak mahameru bersama teman-teman SMA saya saat mahasiswa S1, perjalanan ke Bromo dan sekitarnya bersama seorang teman kuliah saya, dan perjalanan musim panas 2013 kali ini bersama partner saya saat kuliah S1 di ITS Surabaya. Liburan musim panas (natsu obon) merupakan salah satu diantara tiga musim liburan yang paling ditunggu di Jepang, yang lain yakni libur musim semi dan libur akhir/awal tahun. Musim panas kali ini saya merencanakan untuk mengikuti dauroh natsu di Osaka, menikmati keindahan alam dan menyeberang “jembatan surga” di Amanohashidate, di kota Miyazu, Kyoto, bersilaturahim ke guru saya di Tokyo dan jalan-jalan di Asakusa, Tokyo. Tanpa sengaja, kami juga melakukan perjalanan ke Toji Temple di Kyoto dan Hikone Temple serta danau terbesar di Jepang, Danau Biwa, yang ada di Propinsi Shiga.

Rute dari Kameyama ke Osaka-Ibaraki dengan Kereta

Peta Jepang
Senin pagi, 12 Agustus 2013, sebelum jam 6 pagi saya sudah berangkat ke stasiun Kameyama diantar oleh teman saya, seorang Jepang. Memanfaatkan momen liburan, saya membeli tiket “Juhachi Kippu”, yakni tiket free pass selama lima hari untuk kerete JR (Japan Railways, Kereta nasional milik pemerintah) di seluruh Jepang. Juhachi artinya 18, kippu artinya tiket. Jadi, tiket ini disediakan untuk mereka yang berumur-an 18 tahun yang giat, enerjik dan gesit selama melakukan perjalanan dengan kereta JR. Harganya 11.500 yen (sekitar Rp. 1150000). Kenapa tiket ini awalnya ditujukan untuk pemuda? Karena jika menggunakan tiket ini, anda hanya bisa menggunakan kereta lokal, semi rapid dan rapid, serta beberapa kerete malam yang masuk kategori lambat dibandingkan dengan kereta cepat shinkansen dan kereta ekspress lainnya. Oleh karenanya dibutuhkan kecepatan, energi dan kegesitan untuk melakukan perjalanan dengan tiket terusan juhachi kippu.

http://www.bagustris.tk/2013/08/summer-vacation-part-ii-hikone-dan-tokyo.html
Ini pertama kalinya saya naik kereta JR Kansai Line ke Kyoto, meski dulu pernah dengan arah sebaliknya, Kyoto - Kameyama. Berdasarkan panduan di hyperdia, rute seharusnya adalah Kameyama – Tsuge – Kusatsu – Kyoto - Ibaraki. Dari Kameyama menuju Tsuge menggunakan kereta JR Kansai Line, kemudian oper dengan Kusatsu Line menuju Kusatsu. Nah, dari Kusatsu ternyata saya tidak perlu norikae (oper kereta) lagi di Kyoto, karena kereta Biwako line dari Kusatsu berubah menjadi JR Kyoto Line begitu sampai di stasiun Kyoto, kemudian juga berhenti di stasiun Ibaraki, propinsi Osaka.
Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...