Saturday, July 06, 2013

Paradigma Belajar Bahasa dari Laskar Pelangi

Belajar bahasa asing tidak semudah yang dibayangkan. Bahasa Inggris, Arab, dan Jepang itu tidak mudah, khususnya dua bahasa yang saya sebut terakhir. Karena memiliki aksara yang berbeda dengan alfabet inggris atau romawi. Belajar bahasa juga tidak semudah petuah Lintang dalam novel Laskar Pelangi berikut.

Lintang berkata:
Sadarkah kau bahasa apa pun di dunia ini, di mana pun, mulai dari bahasa Navajo yang dipakai sebagai sandi tak terpecahkan di perang dunia kedua, bahasa Gaelic yang amat langka, bahasa Melayu pesisir yang berayun-ayun, sampai bahasa Mohican yang telah punah, semuanya adalah kumpulan kalimat, dan kalimat tak lain adalah kumpulan kata-kata, paham kau sampai di sini?”
Ya, bahasa tak lain adalah kumpulan kalimat, kumpulan kita. That's the point! Maka kuncinya adalah menguasai jenis-jenis kata itu. Kemudian Lintang melanjutkan,

Nah, kata apa pun, pada dasarnya adalah kata benda, kata kerja, kata sifat, dan kata keterangan, paham? Ini bukan masalah bahasa yang sulit tapi masalah cara berpikir.
Benar. Seperti bahasa Indonesia maupun bahasa Inggris, bahkan bahasa Arab dan Jepang sekalipun, semuanya terdiri atas jenis-jenis kata. Bahasa Arab lebih simpel: kata kerja (fi'il) dan kata benda (isim). Dua jenis kata itulah yang perlu dipegang dalam belajar bahasa apapun. Kalau mau dikerucutkan lagi: pelajari kata kerja saja, then, the rest.

Dalam bahasa Jepang, sebelum kata kerja yang biasanya berada di akhir, didahului dengak partike O/Wo (を), misalnya "Watashi wa Hon Wo Yomimasu", 私は本を読みます, saya sedang membaca buku.

Lebih lanjut, Lintang berkata lagi tentang belajar bahasa,
Belajar kata terlebih dulu, bukan belajar bahasa, itulah inti paradigma belajar bahasa..
Kutipan lain dari Lintang yang menarik adalah,
Bahwa bahasa, baik lokal maupun asing, adalah permainan kata-kata, tak lebih dari itu!
Kalimat terakhir dari Lintang yang saya kutip dan ingin saya tekankan di sini adalah kalimat berikut:
Setiap orang memiliki jalan yang berbeda untuk memahami bahasa.
Bagaimana dengan Bahasa Jepang...? Bila kata Lintang dalam Laskar Pelangi di atas belajar bahasa dari struktur terkecil, yakni kata, maka dalam bahasa Jepang struktur terkecilnya adalah huruf. Filosofi belajar bahasa Lintang dari struktur terkecil pembangun bahasa tersebut, yakni kata, berlaku untuk bahasa yang menggunakan huruf/abjad yang sama dengan bahasa Indonesia maupun bahasa Inggris (yakni abjad A,B,C,D,...,Z), tapi untuk bahasa yang hurufnya saja berbeda, seperti bahasa Arab, Cina, Jepang, maka belajar bahasa dari hurufnya.

Kalimat terakhir yang saya kutip dari novel laskar pelangi di atas cukup menarik: setiap orang punya cara yang berbeda untuk belajar bahasa. Cara belajar bahasa asing saya mungkin berbeda dengan cara belajar anda, tapi bisa jadi sama.

Meskipun di awal saya katakan belajar bahasa tidak semudah kata-kata Lintang yang saya kutip di atas, tapi kata-kata Lintang tersebut perlu dipertimbangkan dan dicoba.

Berikut link artikel dalam blog ini yang berkaitan dengan belajar bahasa (Inggris dan Jepang, next maybe Arabics).
Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...