Saturday, August 18, 2012

Orang Indonesia di Kameyama Shi, Mie Ken

Sekali ini saya menulis bahasa Indonesia, biar dibaca orang Indonesia, apalagi hari ini hari lahir alias hari kemerdekaan Indonesia, sekaligus memberi hormat untuk para pahlawan pejuang bangsa, jadi saya menulis dengan bahasa Indonesia.

Negara Jepang terbagi atas beberapa region dan prefektur (propinsi, kalau di Indonesia, bahasa Jepangnya: Ken). Kalau kita perhatikan peta Jepang di bawah, propinsi/prefektur Mie terletak di Jepang tengah, tepatnya tengah-timur, dibawah Aichi-ken dan Shizuoka-ken. Selanjutnya, mari kita tinjau lebih jauh tentang Mie-ken.

Peta Jepang (courtesy of wikipedia)
Mie-ken atau Mie prefecture terdiri atas beberapa kota (Jepang:Shi) sebagai berikut:
Alhamdulillah, sejak 5 bulan yang lalu saya tinggal di Kameyama-shi. Kalau kita perhatikan peta Mie di bawah ini, Kameyama shi terletak di bagian atas, berbatasan dengan Tsu-shi, Suzuka-shi, dan Nara-ken.

Peta Mie Ken

Kameyama, ditulis dengan kanji 亀山、yang berarti gunung (yama) kura-kura (kame). Saya sendiri tak faham dengan asal kata kota ini, yang jelas, per 2006, kota ini dihuni oleh tak kurang dari 48.902 jiwa dengan kepadatan penduduk  256.15 orang per km². Kameyama memiliki luas 190.91 km².

Kota ini, Kameyama, didirikan pada 1 October 1954. Pada 11 January 2005, daerah Seki dari distrik Suzuka, digabung menjadi satu dengan Kameyama.

Di Kameyama, saya tinggal di Nobono-cho, tepatnya Nobono-Cho 5-15, alamat lengkap saya bisa didapatkan di laman "about me" di blog ini. Kameyama merupakan kota kecil, sarana transportasi publik pun tidak semudah dikota lain, misalnya di kota saya sebelumnya, Kumamoto shi. Disana, bus datang tiap 10-20 menit sekali, disini, di Kameyama, sehari bus cuma datang tiga kali saja (dekat apato saya). Stasiun (eki) terdekat juga harus ditempuh dengan 30 menit perjalanan sepeda onthel. Itulah beberapa hal yang mungkin menjadi tantangan hidup di kota kecil.

Jangan anggap kota ini layaknya kota-kota besar di Jepang seperti Tokyo, Osaka, Nagoya, dan Kyoto. Dibandingkan dengan kota sekelas Magetan di Jawa Timur, atau malah kecamatan Maospati, kota ini kalah rame. Jam 7 malam kota ini sudah lenggang, sepi seperti tak berpenghuni, beda dengan terminal Maospati yang selalu 'hidup' 24 jam, non stop.

Masjid terdekat, Mie Masjid, terletak di ibu kota propinsi, sekitar 20 km dari Kameyama. Kalau mau lebih jauh, ada juga Suzuka masjid di Yokkaichi dan Nagoya Mosque di Honjin, Nagoya (baca: Updated note).

Terletak di koordinat 34°51′21″N 136°27′6″E Kameyama memberikan beberapa alternatif destinasi wisata seperti Kameyama castle, sekisukai camp shite, dan masih banyak lagi. Jika anda orang Indonesia yang tinggal di Kameyama, atau akan tinggal di Kameyama atau Mie, silahkan kontak saya. Ayo kita jelajahi kota ini!

Salam persahabatan!

Update Note :
  • Saat ini saya telah kembali ke Indonesia, total saya hidup selama dua tahun tiga bulan di Kameyama-shi.
  • Setelah kedatangan saya, 6 bulan kemudian ada beberapa kenshusei di Kameyama, mereka tinggal  Tamura-cho, dekat Nobono Jinja. Sebagian mungkin ada yang di Nobono cho. Check di FB KMI Mie disini.
  • Ada masjid di dekat Nobono-Cho, Kameyama yakni Masjid Suzuka yang bisa dijangkau dengan bersepada pancal 20-30 menit dari apato saya. Lokasinya disini.
Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...