Thursday, December 25, 2008

Journey in Lumajang

1. Ranu Klakah
2. Ranu Bedali
3. Ranu Pakis
4. Alun-alun + Masjid Jami'
5. Kali Mujur
6. Pantai Bambang
7. Gunung Sawur
8. Hutan bambu (failed)
9. Piket Nol
10. Jembatan Perak
11. Air Terjun + Gua Tetes

Thursday, December 04, 2008

Tiga hari di Tiga Kota

Baru seminggu masuk kuliah ternyata nasib mujur menghampiriku. Aku berkesempatan jalan-jalan ke tiga kota di jatim dengan kedok ”sosialisasi pmdk kemitraan ITS”. Smua biaya ditanggung, transportasi, akomodasi dll. Sebenarnya kami hanya menemani dosen, karena rumah sdosen tersebut berada di wilayah magetan maka kami menginap di rumahnya. Berangkat dari surabaya minggu sore, malam nyampe madiun langsung mampir ke rumah makan nasi pecel. Begitu kenyang langsung menuju rumah dosenku, istirahat. Paginya kami memulai ”tour” ini ke kota madiun. Setelah pekerjaan di dua SMA selesai kami ke bengkel perut, kali ini menunya prasmanan, terserah selera anda. Setelah itu aku minta ijin untuk pulang ke rumahku barang sehari, dosenku mengantar sampai halte terdekat. Hari kedua kami ke beberapa SMA di magetan, di mulai di SMA terdekat di kawedanan dilanjutkan ke dua SMA di magetan kota. Namun hari kedua ini rasanya hanya di kawedanan yang benar2 sukses. Tidak masalah, siangnya kami makan ikan panggang kalang sebelum menuju pondok pesantren di plaosan, dosenku ternyata salah satu penasehat ponpes itu. Ponpes itu cukup menarik, terletak di lereng gunung lawu, dibangun di atas sungai kecil yang airnya mengalir dengan derasnya. Dengan murid yang hanya sedikit ternyata ponpes itu mampu menunjukkan eksistensinya. Pengasuhnya adalah salah satu alumni ponpes hidayatul mubtadien, kediri. Makanya ponpesnya dinamakan sama. Hari ketiga sekaligus terakhir adalah ke ponorogo setelah tu langsung balik ke surabaya. Tak lupa sebelum pulang kami makan sate ayam ponorogo, khas daerah itu. Puas, benar-benar wisata kuliner gratis yang menyenangkan (apalagi pas pulang dikasih uang saku ama pak dosen ;-D)!!

Penyadapan Suara dengan Sinar Laser

Laser ternyata bisa buat nyadap suara, teknologi ini bahkan sudah lama diuji coba di luar negeri. Di indonesia, saya baru nemu satu itu pun udah lama.
Prinsip mudahnya gini, laser ditembakkan ke kaca ruang yang akan disadap trus pantulannya akan diterima receiver/photodetector. Nah, cahaya yang diterima tadi ternyata udah dimodulasi fasa dengan gelombang suara. Tinggal ngubah dari cahaya ke listrik trus ke suara, jadi deh. ga percaya, liat aja video di bawah ini...

video

Secara praktis dan ilmiah proses dalam video tersebut dapat dijelaskan sebagai berikut:

Wednesday, December 03, 2008

My Bike: New Looks

Inilah sepedaku, sepeda yang telah kupakai sejak SD, SMP, SMA (kalau pulang), dan bahkan sampai kuliah sekarang. Sebenarnya Pak Cik Nanang, si empunya asli sepeda ini, tiada pernah secara resmi menyatakan jikalau dia memberikan sepeda ini kepadaku. Namun, secara otomatis sepeda ini sudah menjadi milikku sejak SD. Lihatlah penampilan barunya, gagah nian bukan??


Merek asli sepeda inipun aku juga tidak tahu menahu. Namun kemarin, pas bongkar-bongkar mau di cat, ada ukuran (apa hubungan ukuran dengan merk) sepedanya. Nah 'pinternya' saya nggak mencatat ukuran sepeda (frame), yang selalu saya ingat malahan ukuran ban-nya sakni 27 x 1 1/4. Saya memakaikan ban bridgestone di salah satu rodanya.
Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...