Monday, June 30, 2008

Sholat dan Otak Manusia

Rasulullah saw bersabda: "Barangsiapa menghadap Allah SWT (meninggal dunia), sedangkan ia biasa melalaikan Shalatnya, maka Allah tidak mempedulikan sedikitpun perbuatan baiknya (yang telah ia kerjakan tsb)". (Hadist Riwayat Tabrani). Sholat itu membuat menyehatkan otak kita. "Maka dirikanlah Shalat karena Tuhanmu dan Berkurbanlah''. (QS. Al Kautsar: 2),

فَصَلِّ لِرَبِّكَ وَانْحَرْ
Maka dirikanlah shalat karena Tuhanmu; dan berkorbanlah. Yang dimaksud berkorban di sini ialah menyembelih hewan Qurban dan mensyukuri nikmat Allah. Lalu apa hubungannya dengan otak...??

Friday, June 27, 2008

Fadilah air Zam-zam..

Seorang bapak tiba-tiba aja nyelethuk di akhir pengajian : Yo ndang kono Zam-zam’e ndang di enthekne. Zam-zam iku tergantung niate sing ngombe: pengen pinter, pengen bojo loro utowo pengen liyane…

Ha..ha..ha, kok kata-kata bapak itu persis seperti yang kuminta. Bedanya aku Cuma pengin istri satu aja yang sholihah. Untung tadi sebelum sholat aku sempat minum zam-zam lagi, jadi waktu pulang ga usah berdesakan untuk ngantri air zam-zam. Saat minum zam-zam yang pertama aku minta ilmu yang manfaat dan berharap ’dia’ dijadikan istriku kelak. Saat yang kedua aku minta hidayah dan istri yang sholihah, jadi kalau doaku tadi dijumlahkan berarti aku minta: ilmu yang manfaat, ’dia’ dijadikan istriku yang sholihah dan hidayah dariNya. Air Zam-zam tadi merupakan oleh-oleh dari tuan rumah yang baru saja melakukan ibadah umrah di tanah suci.

Wednesday, June 25, 2008

Contoh SoP - Statemen of Puspose

Buat yang lagi nyari beasiswa, berikut contoh SoP atau Statement of Purpose. Sop disebut juga Motivation Letter atau Letter of Motivation. Tapi ini contoh SoP gagal, jadi tolong di perbaiki. (written as KAUST scholarsip, wish I get d'scholar)
---------------------------------------------------------------------
Statement of Purpose

Since I can read and count, both is my main activity in my life. I like reading most but some problem must be solved by count. First my paper is in senior high school, it’s in Darul ulum, Jombang Indonesia. That’s an Islamic school. And I get an honor from my paper at third year; my paper is about new method in agricultural strategy. In that paper I suggest a method to improve result of agricultural crop by manage the distance of each plant in the field.

Before finished my senior high school, I got an honor again (the first winner) in a paper about role of young people in developing. In that paper I find the relationship between academic achievement and religion activity. The religion activity is influence academic achievement. Progressively we do religion activity (especially in this case Islam) we’ll get more academic achievement because religion enjoins the people to study or achieve the success.,
After I graduate from my senior high school I continue to undergraduate university. Because my skill is divergence and multi discipline so I choose Engineering Physics for my major. I entrance the department without test but by selection of academic honors. I think Engineering Physics is suit for me because I like all science and in engineering physics many science was studied and merged each others to create a technology. There are five field major in Engineering Physics: Instrumentation and Control, Acoustic and Physics of Building, Photonics, Energy Conversion and Material. Largely student in Engineering Physics choose instrumentation and control as their field. I like instrumentation since I entrance the department, but I like signal processing then, especially sound processing and also energy conversion (signal processing is under acoustic field). It’s many application of sound processing, my research (still try) is a how to implemented signal processing to detect larynx disease by analyze the patient’s sound. I’ve sent a paper about that in paper competition in my campus.

In Energy conversion field I do a research about renewable energy. First my paper in energy conversion is about biogas. In that paper I design a digester tank from fesses discharge channel in a home so it can utilized to cooking and produce electricity for home scale. I applied my knowledge engineering by design in this case. The purpose is how to convert methane (CH4) to be energy. Now, I’m doing a research about solar water thermal. Solar water thermal is a tool to convert solar energy (light) to hot up the water so the hot water is produced and it can used to our needed. A solar water thermal contain many component to running. A Collector is main component that catch a solar light and process it to hot up the water. Another component is tank, pump and other.

Now, I’m in the third year in Engineering Physics. In the late of this semester I will do job training. My job training about implementation of vibration analysis to detect rotation machinery fault, it’s a predictive maintenance method in industrial maintenance. In engineering physics, vibration is under acoustic laboratory, and it’s also the other implementation of signal processing. Next, my final project still concerning with my research before, it’s about implementation of blind source separation method to analyze rotational machinery fault. In this project I’ll compare the method with using before (instantaneous frequency and cepstrum analysis).

After graduate from Engineering Physics, my plan is continue my study to higher level, graduate student. I hope I can get scholarship so I can continue my research and my study.

Quranic Blue Energy

Akhir – akhir ini orang sering membicarakan isu yang sedang hot, blue energy. Semenjak penemuan Mas Joko, wong nganjuk yang diklaim penemu dan pencipta blue energy dari indonesia ini dunia seakan gempar: Ternyata air bisa dijadikan bahan bakar ! lha terus kenapa selama ini kita masih pakai minyak?

Sebelum menjawab pertanyaan diatas marilah kita sama2 berpikir. Air terdiri atas dua senyawa, yakni Oksigen (O2-) dan Hidrogen (H+). Nah tentu saja secara logis unsur air ini dapat dipecah menjadi senyawa penyusunnya tadi, Hidrogen dan Oksigen dimana senyawa Hidrogen merupakan senyawa yang dapat digunakan sebagai sumber energi (contoh real: Bom Hidrogen). Namun, sejak zaman baheula hingga sekarang saya belum tahu dan belum paham (meski akhir2 ni sudah banyak yang menjelaskan hal itu) dengan reaksi apakah utuk memecah air dan mendapatkan hidrogen-nya. Dalam Al-Quran Surat Al- Takwir ayat 6 Allah berfirman :


Artinya adalah : Dan apabila lautan telah meluap (menjadi api).. Surat At-takwir merupakan surat yang menceritakan tentang hari kiamat, dan pada saat itu Allah mengubah lautan menjadi api. Inilah clue-nya !! Allah sudah memberitahukan kepada kita bahwa laut “bisa” menjadi api. Bagaimana caranya ? Itulah permasalahannya. Dan permasalah itu sudah mulai terkuak. Selain mas joko dari nganjuk, Rektor UMY jogjakarta juga mengklaim bisa membuat air untuk menghasilkan api, ia menamainya banyugeni.


Reaksi pemisahan hidrogen dari air menggunakan prinsip pemecahan air atau dikenal dengan water-splitting atau bisa juga dengan cara electrolysis (pokoknya gimana caranya H+ dan 02- terpisah, silakan lihat buku2 kimia tentang reaksi ini). Nah ternyata teknologi pemisahan ini tidak murah alias mahal. Bahkan menurut perhitungan masih lebih murah minyak untuk menghasilkan listrik (kalo dipake untuk pembangkit). Sedang untuk bahan bakar, katanya sih teknologi ni jauh lebih efisien dari pada BBM. Mahalnya teknologi, disamping memang teknologi ini juga baru ditemukan (air untuk bahan bakar) menjadi alasan apakah teknologi ini layak untuk dilanjutkan.. Mungkin kita hanya bisa menanti, atau beberapa dari kita akan mencoba terobosan baru optimasi teknologi blue energy ini. Saya bermimpi, kelak suatu saat yang kita masukkan dalam tangki bahan bakar bukanlah bensin atau sejenisnya, melainkan air. Proses pembentukan hidorgen menyatu pada mesin kendaraan tersebut. Ataukah kita menunggu hingga kiamat untuk mengubah air (laut) menjadi Api ??

Special Adventure : Penanjakan, Bromo dan Madakaripura

Awalnya sih cuma mau survey tempat buat outbond, tapi biar ga mubadzir sekalian aja dipakai buat jalan-jalan. Berangkat dari surabaya pagi jam 7.30 menuju PPLH Seloliman, Trawas Mojokerto. Di perjalanan mampir ke rumah temannya titon di sawotratap dekatnya juanda, karena orangnya ngga ada so perjalanan kami lanjutkan kembali. Seperti biasa, di porong macet, tapi itu bukan masalah. Setelah melewati porong kami belok kanan menuju PPLH Seloliman lewat watukosek, Gempol. Dipandu oleh papan penunjuk arah, kami dengan mudah menemukan tempat tsb. Pemandangan saat perjalanan pun begitu mempesona, tak lupa kami mengabadikannya melalui jepretan kamera digital.
PPLH ternyata emang ga murah, biaya per-orang untuk acara yang mau kami adakan mencapai hampir 200 ribu per-orang per-malam. Padahal obyek kami adalah mahasiswa yang uangnya pas-pasan. Walhasil kami mencari tempat alternatif lain. Beberapa ratus meter dari PPLH kami menemukannya, sebuah villa yang cukup strategis meski terkesan tidak terawat. Strategis karena letaknya tepat di depan jalur pendakian gunung penanggungan, di bawahnya juga ada balai desa dan masjid. View-nya pun, wow.., sungguh bagus. Kami tanya-tanya dan kebetulan berjumpa langsung dengan penjaga villa tsb.

Perjalanan berlanjut, karena orang yg mw kami inapi nanti malam belum pulang, kami jalan2 dulu ke Bangil ke rumahnya Sofyan dan Totok. Rencana puasa hari itupun terpaksa ku batalkan karrna kami disuguhi berbagai makanan. Kenyang, sorenya kami menuju Leces, Probolinggo dan bermalam di sana.

A photo posted by Bagus Tris Atmaja (@bagustris) on


Continue...

Wednesday, June 18, 2008

Mabit Akademik, Belajar Fisika Sambil Bina Iman Taqwa

Susabaya, ITS Online. Allah akan meninggikan beberapa derajat orang-orang yang berilmu. itulah yang disampaikan oleh Bagus Triatmajaya, salah satu anggota Fusi Ulul Albab, wadah kajian Islam mahasiswa Teknik Fisika. Menukil ayat Alquran, ia ingin memotivasi para mahasiswa yang mengikuti Malam Bina Iman Taqwa (mabit)Akademik. Mabit ini juga berisi tutorial serta pembahasan soal mata kuliah Fisika Dasar II.
Bertempat di masjid Manarul Ilmi, Fusi Ulul Albab memang telah beberapa kali mengadakan kegiatan seperti ini. ”Ini merupakan Program Kerja dari departemen Syiar kajian kami,” jelas Sukho Bagus, ketua umum Fusi Ulul Albab.

Berbeda dengan beberapa lembaga kajian Islam mahasiswa yang lain. Fusi ulul albab memang melakukan pendekatan syiar lewat akademik. ”Program Mabit akademik ini memang telah menjadi salah satu pendekatan kami dalam syiar,” lanjutnya.

Sebelum pembahasan soal Fisika, acara Mabit ini dimulai dengan pembacaan ayat suci Al-quran serta kajian singkat yang intinya memotivasi para peserta Mabit. “Ini cara kami, beri motivasi dulu setelah semangat baru kami adakan tutorial,” tukas Sukho.

Para peserta yang mengikuti Mabit ini pun merasa terbantu. Beny Zakaria misalnya. Mahasiswa Teknik Elektro 2007 ini mengaku bila acara semacam ini cukup membantu. ”Semester lalu saya juga ikut, dan saat subuh tiba kami bisa langsung mengikuti kajian subuh yang ada di masjid,” jelasnya.

Selain itu Aji Wiratama, salah satu peserta dari jurusan Fisika juga merasa senang dengan adanya acara ini. Mahasiswa yang baru pertama kali mengikuti acara ini berharap tutorial dan Mabit ini akan membantunya dalam mempersiapkan ujian akhir Semester Fisika Dasar II yang akan dihelat dua hari lagi. ”Ujiannya hari selasa,” ungkapnya.

Metode mabit seperti ini diharapkan akan mendongkrak peserta di akademis dan menambah iman taqwa. Selain tutorial, peserta mabit juga dapat melaksanakan sholat Qiyamul lail. ”Kami masih berusaha mematangkan metode ini. Selain tutorial kami juga mengajak peserta sholat Qiyamul lail. Dan saat subuh akan kami adakan simulasi,” jelas Sukho.

Simulasi ini tambahnya diharapkan akan mengukur pemahaman peserta pada Fisika. ”Kami buat empat soal dan waktu pengerjaan sama seperti ujian yang sebenarnya,” ujar Sukho.

Namun adanya program ini tampaknya masih belum dapat tersebar luas. Fusi Ulul Albab hanya mengadakan publikasi di masjid Manarul Ilmi dan mengundang beberapa mahasiswa kajian terdekat. ”Kami publikasi di Masjid dan beberapa anggota Kajian jurusan di sekitar Teknik Fisika,” katanya.(yud/asa)

Monday, June 16, 2008

Wuzzz, Roket RX-320 itu meluncur...

Roket warna putih itu mengambil posisi sudut 60 derajat. Jam menunjukkan pukul 06.15 WIB. Hitungan mundur dimulai. Tiga… dua… satu. Ketika hitungan menyentuh angka nol, mesin roket pun menyala. Dan wuss... roket seberat setengah ton itu membelah angkasa, meninggalkan jejak putih.
Roket berspesifikasi panjang 4,736 meter, diameter 32 sentimeter, dan berat total 532 kilogram itu menjangkau jarak 42 kilometer. Capaian itu mengacu pada data global positioning system (GPS) yang dipasang di roket. Data terakhir menunjukkan angka 42,1 kilometer. Pada saat itu, posisi roket masih terbang di atas laut selatan.
Itulah uji terbang roket RX-320 di Stasiun Uji Terbang Pameungpeuk, Garut, Jawa Barat, 19 Mei lalu. Roket yang diluncurkan itu merupakan roket buatan Lembaga Penerbangan dan Antariksa Nasional (Lapan) yang terbesar. Roket itu berhasil meluncur mulus. "RX-320 didesain mendekati Exocet. Itu bukan untuk uji ketinggian," kata Soewarto Hardhienata, Deputi Bidang Teknologi Wahana Dirgantara Lapan.
Uji terbang RX-320 untuk pertama kalinya itu disaksikan para pejabat Lapan. Selain Soewarto Hardhienata, hadir pula Yus Kadarusman Markis, Kepala Pusat Teknologi Wahana Dirgantara, dan Toto Marnanto Kadri, Kepala Pusat Teknologi Elektronika Dirgantara. Peluncuran roket itu merupakan satu tahap uji rancang bangun roket peluncur satelit pertama di Indonesia.
Roket ini membawa muatan payload engineering test untuk mendiagnosis perilaku aerodinamika, olah gerak, trayektori, dan kondisi lingkungan. Data itu dapat diterima Stasiun Bumi Telemetri, Tracking and Command. Soewarto Hardhienata mengatakan, keberhasilan itu merupakan tahap awal untuk mendukung program pembuatan roket peluncur satelit secara mandiri.
Tahap berikutnya, Lapan akan menguji statis roket RX-420. Pengujian yang direncanakan Juni itu dilakukan di darat terlebih dulu. “Kalau semuanya lancar, awal tahun depan akan menjalani uji terbang," katanya. Bila RX-420 sukses terbang, uji selanjutnya adalah menerbangkan sambungan RX-420 dan RX-320.
"Karena roket pengorbit satelit itu susunannya terdiri dari empat tingkat," ujarnya. Tingkat pertama hingga ketiga adalah roket RX-420, sedangkan tingkat keempat roket RX-320. Total roket yang dibutuhkan enam biji. Susunan itu diapit dua roket RX-420. "Pada tingkat pertama masih ditambah booster. Ada dua booster RX-420 juga. Jadi, yang paling bawah itu ada tiga roket RX420," katanya.
Jika semuanya lancar, pembuatan roket peluncur satelit pun bisa dimulai. Karena roket peluncur satelit harus sanggup menjangkau ketinggian 314 kilometer. Roket peluncur satelit rencananya terdiri dari empat tingat dari dua jenis roket, yaitu RX-420 dan RX-320. "Kami sudah membuat granddesign-nya untuk pengorbit satelit. Dalam jangka waktu ke depan akan kita uji satu-satu," tuturnya.
Untuk menanam satelit dibutuhkan kecepatan minimum 7,8 kilometer per detik. "Untuk mengimbangi gravitasi, sehingga satelit yang dilempar di orbit tidak turun," katanya. Menurut Soewarto, membutuhkan waktu empat hingga enam tahun untuk membangun roket peluncur satelit itu. "Itu kalau situasinya tenang-tenang saja seperti saat ini," ia menambahkan.
Dengan teknologi semacam itu, berat satelit yang dibawa adalah 5 kilogram (nanosatelit). Padahal, Lapan semula memprogramkan dapat mengorbitkan mikrosatelit seberat 50 kilogram, dengan roket pendorong RX-520. Namun, karena terbentur biaya, akhirnya dipilih satelit nano. “Kami mencoba memanfaatkan yang kami punya," ujarnya. Sebab, secara teknologi, Lapan menguasainya. "Problemnya bukan di teknologi, melainkan pada anggarannya," ungkapnya.
Untuk membangun roket peluncur satelit empat tingkat, dibutuhkan biaya sekitar Rp 400 milyar. Sedangkan anggaran untuk Pusat Peroketan Lapan hanya Rp 40 milyar per tahun. Untuk Lapan, anggarannya Rp 230 milyar per tahun. Situasi pendanaan yang demikian menyebabkan Lapan menurunkan kelas roket pendorong bermuatan 50 kilogram (mikrosatelit) menjadi 5 kilogram (nanosatelit).
Dengan menurunkan daya angkut tersebut, biaya yang dibutuhkan menjadi lebih irit. Bandingkan dengan pendorong RX-520 yang mampu mengangkut 50 kilogram, yang butuh biaya Rp 1,2 trilyun. Biaya ini termasuk untuk pengadaan peluncur roket RX-520 yang harus diimpor. "Sebenarnya kami sudah mampu mengembangkan RX-520. Tapi, ya itu tadi, biayanya mahal, " katanya.
Lain halnya dengan RX-420. Menurut Soewarto, pihaknya sudah memiliki roket sekaligus peluncurnya. Karena itu, Lapan memprioritaskan program roket jenis ini. “Keberhasilan uji terbang kemarin merupakan tanda bahwa kami memulai program itu," ia menegaskan.
Sejauh ini, Lapan mendapat mandat pengembangan roket jarak menengah untuk kepentingan sipil. Antara lain pengembangan roket pengangkut satelit. Sedangkan roket untuk persenjataan berada di luar kewenangan Lapan. Namun Lapan membuka diri bagi pihak militer untuk memanfaatkan teknologi yang dikembangkannya.
Semua roket yang digunakan untuk membangun roket peluncur satelit menggunakan bahan bakar (propelan) padat produksi Lapan. Yakni amonium perklorat. Terdapat dua jenis propelan padat: komposit dan double base. Yang pertama ada beragam jenis, tapi yang populer adalah amonium perklorat karena kandungan energinya tinggi. Lapan sanggup memproduksi propelan padat 10 kilogram per bulan.
Pembuatan AP (NH4-ClO4) di lab Lapan, menurut Heri Budi Wibowo, Kepala Bidang Material Dirgantara Lapan, dilakukan dengan proses elektrolisis secara bertahap. Garam dapur (NaCl) dimasukkan ke larutan asam buffer bernitrogen, kemudian dielektrolisis --dengan setrum bertegangan listrik tertentu. Terbentuknya AP itu melalui beberapa tahap elektrolisis. Untuk memisahkannya dari bahan yang lain, dilakukan pendinginan. Pada suhu minus 20 derajat, kristal AP terbentuk, tinggal dipisahkan.

Sumber:arthazone.com dari gatra

Thursday, June 12, 2008

Ayo bersepeda pancal ke kampus..

Ha..ha..ha akhirnya keturutan juga keinginanku untuk bersepeda pancal ke kampus. Meski udah semester 6 dan insyaAllah tinggal setahun lagi, tapi nggak masalah. Nggak ada kata terlambat. Daripada ikut demo menolak kenaikan BBM, capek, laper trus ungkrang-ungkrung di jalan dengan tujuan nggak jelas lebih baik lakukan langkah konkrit. Pas nggak punya uang lebih buat beli BBM (ato kalopun punya mending buat beli yang lain), pas punya keinginan berlebih, pas lagi ada isu global warming, pas lagi krisis energi dan pas-pas yang lain, mancal ke kampus merupakan solusi terbaik...

Jarak-rumah kampus nggak sampe 10 km, berarti pp (pergi pulang) nggak nyampe 20 km. Bisa sekalian berolahraga, begitu pikirku dulu. Ternyata benar, sehari minimal dua kali aku berkeringat: ketika berangkat dan pulang kul. Efek lainnya, jadi ngos-ngosan ketika nyampe di ruang kelas ato pas nyampe di rumah. Masih banyak manfaat bersepeda selain menyehatkan badan. Yang paling kerasa tentu saja kantong kita bisa jadi lebih hemat karna (buatku) bersepeda ini mengirit lebih dari 50 % dana buat BBM. Biasanya hampir separu jatahh bulananku tersita untuk beli BBM. Sekarang, cuma sekitar seperempatnya saja. Dengan besepeda kita juga mikir untuk kelayapan kemana-mana soalnya ya itu tadi... takut kecapekan.


Berkaitan dengan isu krisis energi. Mancal ke kampus tentu saja mengirit bahan bakar. yang irit mungkin bahan bakar pribadi (tapi yang ini juga bisa diirit lho, dengan puasa misalnya). Dengan mengirit bahan bakar tentu saja memperlama lifetime dari bahan bakar fossil yang diprediksi akan habis beberapa tahun lagi. Liat tu teman2 mahasiswa kita, mereka berdemo menolak kenaikan BBM, tapi dari kampus ke kost aja yang cuma beberapa meter mereka menggunakan sepeda motor pa itu nggak pemborosan namanya...


Berkaitan dengan isu pencemaran udara yang berhubungan langsung dengan global warming, sepeda motor tu ternyata lebih mencemari udara dibandingkan dengan kendaraa roda empat. Coba liat berapa banyak sepeda motor dijalan dibandingkan jumlah kendaraan roda empat. Data tidak akurat yang saya terima, sepeda motor empat kali mencemari lebih banyak daripada mobil. Dengan tidak memakai sepeda motor berarti kita menghambat laju pemanasan global= mengurangi pencemaran udara...


Nah parahnya, dampak-dampak negatif lingkungan tersebut dan juga krisis energi ternyata lebih banyak diakibatkan oleh sepeda motor daripada kendaraan lainnya. Dan salah satu oknum pengguna sepeda motor terbanyak adalah mereka yang menyebutnya mahasiswa !! Ayo dunk mas-mas mahasiswa, jangan cuma teriak2 menolak kenaikan BBM namun sampeyan sendiri boros BBM. Menolak kenaikan TDL padahal komputer sampeyan di kampus dan di kost nggak pernah mati. Ngaca dunk !! jangan cuma ngomong doank, lakukan langkah konkrit !! Ayo besepeda pancal ke kampus !!

Monday, June 09, 2008

Kelebihan umat Muhammad

Berdasarkan suatu hadist ada tiga kelebhan yang dimiliki umat Rasulullah dibanding umat-umat yang lain. Tiga kelebihan tersebut adalah sebagai berikut:
1.Shofnya lurus seperti malaikat.
Shof malaikat sangat lurus dan rapi seperti anak panah yang akan lepas dari busurnya. Rasul menyeru kita untuk merapikan shof, merapatkannya dan melarang untuk berselisih. Perselisihan terjadi karena kita seenaknya sendiri dalam mengatur shof. Batas rapatnya shof diriwayatkan seperti anak domba sampai tidak bisa melewatinya. Shof yang rapatpun menyebabkan setan tidak bisa lewat, oleh karenanya tidak akan terjadi perselisihan.
2.Dijadikan semua tempat dibumi sebagai tempat ibadah.
Tidak seperti umat-umat terdahulu yang ketika beribadah harus di tempat ibadahnya (di ka’bah dll), semua tempat dimuka bumi ini merupakan masjid tempat ibadah bagi umat muhammad. Namun, ada dua tempat yang perlu dihindari untuk dijadikan tempat ibadat yakni kamar mandi (termasuk WC) dan tempat menyembelih hewan.
3.Dan, tanahnya bisa dijadikan untuk bersuci.
Tak ada air tanah pun jadi. Bahkan bila tak ada tanah (seperti ketika di kendaraan) debu di dinding pun bisa dijadikan sarana untuk mengambil tayammum.
Sudah sepantasnya kita berbangga dengan kelebihan kita. Jika bisa dan mau, manusia bisa jauh lebih mulia dari malaikat. Namun ungat sebaliknya, manusia juga bisa jauh lebih hina daripada binatang..

My Pen : Hitech C 0.3


Bukannya mau mempromosikan merk suatu pulpen, disamping menyebutkan kelebihan saya juga akan mengemukakan kekurangannya serta cara repair bila ada masalah. Inilah senjata saya selama ini : Pilot Hitech C 0.3 !!

Kelebihannya adalah tentang kualitas tulisan. Menulis dengan hitech-C akan menghasilkan tulisan yang lebih rapi daripada menulis dengan pulpen yang ukurannya lebih besar. Karena umumnya ukuran pulpen ini 0.3 atau 0.4 maka akan sangat cocok untuk menulis dengan tingkat kejelasan yang baik sehingga dapat tulisan yang dihasilkan dapat dibaca dengan baik pula. Khusus para santri di pondok pesantren, pulpen jenis ini sangat cocok digunakan untuk maknani kitab kuning. Konon katanya, maknani kitab kuning dengan pulpen ini bisa tahan (tulisannya tetap terbaca) sampai bertahun-tahun. Sedang dengan pulpen lain, tulisan akan menghilang (kabur/menguap), setelah beberapa tahun.

Kekurangan pulpen hitech-c adalah pada daya tahan-nya yang rendah. Sekali pulpen ini jatuh maka Wassalam! Karena ukurannya kecil, selain nilai plus, itu juga menjadi nilai minus, karena ketika jatuh ujung pulpen langsung bengkok. Anda bisa mengganti ujung pulpen tersebut dengan ujung pulpen hitech-C lain yang tidak terpakai. Bila lama tidak digunakan, kadang tinta pulpen hitech-C juga mengering di ujungnya. Solusinya adalah dengan membakar bagian ujungnya saja (jangan sampai merembet ke tengah atau ujung yang lain) atau merendamnya dalam air agar sumbatannya terlepas/mencair.

Thursday, June 05, 2008

The Power of Mind

Kelebihan manusia dari makhluk yang lain sampai bisa2nya manusia dikatakan bahwa ia adalah makhluk paling sempurna seantero bumi ini adalah karena manusia memiliki akal. Karena dari akal itulah manusia memiliki kemampuan untuk berpikir. Dan berpikir adalah kemampuan atau bisa juga dikatakan kekuatan terbesar yang dimiliki oleh seorang manusia. Karena dengan berpikir manusia bisa menciptakan suatu peradaban yang sangat besar, contohnya nich peradaban Islam dimana berbagai pengetahuan maju dengan pesat dan orang – orangnya mempunyai budi pekerti yang bener2 luhurnya luar biasa. Tetapi pemikiran yang salah juga bisa lho bikin manusia yang harusnya beradab jadi ‘biadab’ seperti penganiayaan yang dialami kaum Muslimin yang terjadi di Irak, Palestina, penjara Guantanamo dan beberapa Negara di Timur Tengah.
Dari sedikit ulasan diatas kita tahu bahwa kekuatan terbesar manusia itu ada dalam otaknya yaitu dalam alam pikirannya.
Didalam kehidupan ini berbagai masalah selalu saja hadir silih berganti, dan manusia selalu berpikir untuk menyelesaikan dengan cepat dan tepat. Bagaimana caranya yaitu dengan cara berpikir yang efektif dan idealis. Apaan,tucH??
Berpikir efektif yaitu suatu metode berpikir yang cepat dan tepat dengan mempertimbangkan segala aspek yang ada, tetapi bukan gaya berpikir yang reaksioner, lho. Sedangkan berpikir yang idealis yaitu berpikir yang sesuai dengan kaidah tertentu, yang sesuai dengan fitrah kita sebagai manusia, yang menentramkan hati kita, dan memuaskan akal kita, berpikir sesuai dengan aturan yang dibikin oleh Allah, yaitu Islam. Kenapa kita harus berpikir sesuai dengan aturanNYA ? karena Dialah yang menciptakan kita, secara otomatis maka Dialah Dzat Yang Maha Tahu atas apa yang ada pada diri kita luar dalemnya. Dan gaya berpikir ini harus kita lakukan dalam semua aspek kehidupan kita baik itu cara begaul, cara pake’ baju, cara bermasyarakat, cara menghukumi segala sesuatu yang terjadi dengan hukum-Nya. Sehingga tidak terjadi ketimpangan. Kalo’ cara beribadah kita pake’ aturannya Yang Ngasih kita nyawa tapi dalam kehidupan sehari – hari kita pake’ aturannya kita sendiri itu konyol namanya, soalnya ga’ sinkron. Lagian DIA pasti lebih tahu apa yang terbaik buat diri kita apa yang nggak. Inget ga’ ada pepatah yang ngomong kalo’ apa yang terbaik menurut kita itu belum tentu yang terbaik buat kita, apa yang jelek buat kita itu belum tentu itu jelek buat kita. Karena kita bukanlah pembuat dari diri kita sendiri. Itulah berpikir efektif dan idealis.
Terus esensi berpikir sendiri itu adalah agar terjadi perubahan dalam kehidupan kita. So, agar terjadi perubahan yang positif dalam diri kita maka berpikirlah yang efektif dan idealis. N’ gimana nasib orang2 yang ga’ mau berpikir?? Ga’ mau berpikir maka tak aka nada perubahan dalam dirinya, tak ada perubahan maka artinya sama ja kayak orang mati. Hi….. seremmmmm!!!

NB: tulisan ini BUKAN TULISAN SAYA, saya cuma 'nyuri' dari flashdisk yang saya pinjam. Semoga empunya tulisan ini ikhlas dan bermanfaat bagi kita semua. Amiin..

Monday, June 02, 2008

Fisika Teknik atau Teknik Fisika ??

Setiap kali ditanya orang: kuliah dimana di jurusan apa Mas ? saya pasti bingung menjawabnya. Kadang saya menjawabnya Fisika Teknik, kadang saya balik menjadi Teknik Fisika, Kadang Cuma saya sebut almamater saya, ITS, atau fakultas saya Fak. Teknologi Industri. Bukannya saya nggak pede dengan jurusan saya, namun saya bingung kalau disuruh menjelaskan apa itu fisika teknik atau teknik fisika. Yang benar yang mana ya..? Ortu saya pun nggak pernah benar kalau ditanya: Anaknya kuliah dimana Pak, Bu ? jawabannya pasti saya kuliah di fisika (fmipa), beda banget..

Bidang-bdiang kajian teknik fisika, searah jarum jam dari pojok kanan atas: laser fotonik, wind turbine renewable energy, material, robotics, kontrol, solar cell (Sumber: McMaster Univ.)

Dari sisi histori (penyebutan teknik fisika juga dikarenakan kesalahan histori), memang fisika teknik itu sempalannya dari fisika. Kala itu di fisika (fmipa) ada beberapa bidang minat dan salah satunya yang paling populer adalah fisika teknik. Karena suatu alasan maka fisika teknik di pisahkan dari fisika murni dan sejak itulah departemen teknik fisika berdiri (ITB, 1954).


Fisika teknik di indonesia diadopsi dari belanda (Natuurkunding Ingenieurs), namun anehnya sekarang katanya sudah tidak ada lagi bidang fisika teknik di Belanda. ’Engineering Physics’ malah berkembang pesat di Amerika dan kanada. Beberapa diantaranya memakai istilah ’Engineering Science’. Di Belanda, kini yang ada applied physics, yang berbeda dengan engineering physics.


Kembali ke indonesia, fisika teknik (sementara saya sebut fisika teknik, fistek) Cuma ada di beberapa perguruan tinggi (PT). Hanya 3 PTN dan 1 PTS yang membuka program studi fistek. Secara umum fistek di PT tersebut sama, terdiri atas pilar–pilar ilmu fisika dan teknik yakni: instrumentasi & kontrol, fisika bangunan, akustik dan proses material. Cuma, biasanya ada satu bidang yang lebih menonjol seperti Teknik Nuklir di fisteknya UGM, Instrumentasi Kontrol di fisteknya ITB atau Photonics di fisteknya ITS.


Kalau disuruh menjelaskan, apa sih fistek itu? Jawabannya ya bisa bermacam-macam. Orang ITB menyebut fistek sbg All Around Engineer, Sedang kami di ITS menyebut fistek sebagai jembatan sains dan teknologi. Fistek laksana lautan yang dalam dan luas, kalau diibaratkan makanan fistek itu spt gado-gado yang terdiri dari berbagai macam lauk..


Kalau ditanya alumni, jangan nanya. Menristek skrg orang fistek, rektor ITB beberapa waktu yg lalu jg orang fistek, ketua dewan ristek nasional jg orang fistek, peraih gelar engineer termuda peraih ’the green belt in six sigma’ jg orang fistek, bahkan gubernur gorontalo pun juga orang fistek. Jadi buat yang mau SPMB atau UMPTN or what everlah namanya skrg, jangan ragu-ragu utk masuk fistek... apalagi fistek ITS !!(meski orang2 hebat yg saya sebutin tadi semua dari fistek ITB, hehe...).


Kembali lagi ke judul, yang benar FISIKA TEKNIK atau TEKNIK FISIKA?? Pada kurikulum 1995 untuk Perguruan Tinggi, SK Menteri memberi nama program studi FISIKA TEKNIK. Tapi ANEHnya (dan lucu juga) tahun 1996 DIKTI berdasarkan SK Menteri memberi nama program studi TEKNIK FISIKA. Mana yang benar ? kemungkinan DIKTI ’salah ketik’ ketika mengetikkan SK, begitu menurut salah satu sumber yang dapat dipercaya. Ya udah, karena udah ’salah ketik’ kita ikuti aja. Apalah arti sebuah nama ? begitu shakespeare pernah berujar. Entah itu FISIKA TEKNIK, TEKNIK FISIKA, Engineering Physics, Applied Physics, Physical Engineering, Engineering Science atau bahkan TEKNIK FISIKA TEKNIK, yang penting kita tetep semangat belajar !! Mau tak mau, karena SALAH KETIK, kita akhirnya pake nama TEKNIK FISIKA !!
Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...