Monday, January 28, 2008

Look at the stars!! (Fungsi Bintang)

Bintang dan Gugusan Bintang (Gambar: Ubuntu wallpaper)
... Dan di malam hari yang cerah, keluarlah dari rumahmu. Pandanglah langit malam dan kau akan menemukan pemandangan paling menakjubkan di Alam. Hamparan bintang-bintang yang menghiasi angkasa dengan indahnya..

Itulah kira-kira secuplik kalimat dari buku astronomi yang pernah saya baca. Bintang (star) merupakan salah satu ciptaanNya yang spesial karena di abadikan dalam dua nama surat Al-Quran sekaligus, An-Najm dan Al -Buruuj. Setelah, Al-Quran diturunkan bintang memiliki beberapa fungsi, fungsi-fungsi (manfaat) bintang tersebut adalah sebagai berikut:
  1. Sebagai Penghias angkasa/langit 
  2. Dasarnya adalah surat As-Shoffat ayat 6:
    "Sesungguhnya Kami telah menghias langit yang terdekat dengan hiasan, yaitu bintang-bintang".
    Apa jadinya kalau langit itu gelap gulita ? sungguh itu akan sangat membosankan maka Allah mengiasinya dengan bintang-bintang agar terlihat indah. Sesungguhnya DIA itu indah dan suka akan keindahan.
  3. Sebagai penjaga langit
  4. Dasarnya adalah ayat sesudahnya, An-najm ayat 7:
    "dan (bintang-bintang) telah memeliharanya (sebenar-benarnya) dari setiap syaitan yang sangat durhaka"
    Dalam ayat lanjutannya ditambahkan pula bahwa syaitan - syaitan itu
    tidak dapat memperdengarkan (pembicaraan) para malaikat dan mereka dilempari dari segala penjuru. Hal ini dilakukan karena saat sebelum al-quran diturunkan para syaitan sering mencuri informasi dari langit dan memberikannya pada para dukun disertai 99 kebohongan. Maka Allah menciptakan bintang untuk melindungi langit dan mengusir para syaitan saat hendak mencuri info dari langit. Diterangkan pula dalam ayat 10 bahwa syaitan tersebut akan disuluh api yang cemerlang, Sehingga ada pendapat yang mengatakan apabila ada bintang jatuh, komet ataupun meteor itu adalah syaitan yang dilempar karena hendak mencuri pembicaraan dari langit.
  5. Sebagai penunjuk (jalan)
  6. Salah satu dasarnya adalah surat an-Nahl ayat 16:
    "Dan (Dia ciptakan) tanda-tanda (penunjuk jalan). Dan dengan bintang-bintang itulah mereka mendapat petunjuk"
    Dengan melihat bintang kita bisa menentukan arah mata angin. Hal ini digunakan oleh para pelaut dan orang-orang zaman dahulu yang masih belum mengenal kompas. Namun sampai saat ini, teknik ini (menentukan arah mata angin) masih digunakan oleh beberapa orang di pedalaman, pedesaan, petualang bakalan oleh para ilmuwan.

Itulah fungsi bintang berdasar Al-Quran, ayat yang dijadikan dasar hanya sebagian karena masih banyak ayat-ayat lain. Total ada 27 ayat Al-Quran yang menyebut bintang. Dan tidak ada satupun ayat yang menyatakan bahwa bintang dapat dijadikan alat untuk meramal, So, segala ramalan apalagi yang melibatkan bintang (astrologi) sangat tidak pantas untuk kita percayai, sebagaimana ramalan dengan metode2 lain. The last, saya ingin mengutip lirik "yellow"nya coldplay:

Look at the stars
Look how the shine for u
and everything U do
yeah, they were all yellow.

(he..3x, ga ada hubungannnya ya...)

Thursday, January 24, 2008

Liburan, kemana?

Liburan merupakan salah satu momen yang aku tunggu-tunggu. Masih membekas dengan jelas liburanku semester kemarin, salah satu liburan terindah yang pernah kualami. Tidak hanya perjalanan lintas kota tapi aku juga melakukan perjalanan lintas provinsi dan bahkan lintas pulau. Tidak hanya berada di puncak tertinggi di pulau jawa tapi aku juga sempat berada di tengah-tengah waduk di Jatim. Ke tiga alat transportasi pun kupakai dalam liburan itu dari naik sepeda motor (darat), naik perahu hingga naik pesawat terbang. Sempat menginap di tenda sendiri namun sempat pula menginap di villa penginapan. Dari rumah teman hingga rumah saudara sendiri juga kujelajahi, Itulah pengalamanku liburan lalu. Trus liburan semester ini kemana ya..? Kali ini hampir sama. Adventure is starting again!! kalau kemarin ke jawa timur kali ini aku merencanakan lintas kota ke semarang via rumahku and then go to jogjakarta !! Tapi malang juga akan ku-kunjungi lagi. Moga liburan kali ini menyenangkan, sama menyenangkannya dengan liburan lalu atau mungkin lebih menyenangkan lagi..

”Apa dalilnya?”, ”Cari aja sendiri!”

Musim haji tahun ini telah berakhir, banyak jamaah haji yang sudah berdatangan dari tanah suci, salah satunya adalah ustadku. Sebenarnya beliau sudah datang 5 hari yang lalu tapi aku baru tahu sore tadi dan kebetulan ada temanku yang mengajak sillaturahim ke rumah ustad tsb.

Kami berlima berangkat ke rumah ustad, sampai dirumahnya ada seorang temanku yang bertanya, ”Ustad, tadi waktu saya mau kesini ada yang menanyakan, apa dalilnya mengunjungi orang yang baru pulang dari haji?” 

Dengan enteng ustad menjawab, ”Cari aja dalilnya sendiri”. Beliau pun kemudian melanjutkan, terus apa dalilnya KTP (kartu tanda penduduk) lha wong zaman nabi aja ngga ada KTP ?? Menjawab pertanyaan seperti itu berarti bunuh diri. Seperti halnya seorang tersangka tindak pidana yang ditanya jaksa ataupun hakim. Ketika dia menjawab sebuah pertanyaan maka dia akan dipepet dengan pertanyaan lainnya dan akhirnya dia dinyatakan bersalah.Sama halnya, Apa pernah seorang penjahat menanyai polisi ? pasti polisi yang menanyai penjahat...
 

Dalam hati aku menggumam, tinggi sekali ilmu mantiq ustad ini.Namun ternyata aku malah berbuat kesalahan dengan bertanya apa ada dalil yang menyatakan bahwa orang yang setelah pulang dari haji doanya tidak akan tertolak, tentu saja pertanyaan itu tidak dijawab...
Baru setelah ada pertanyaan yang emang perlu dijawab, Ustad tersebut baru menjawabnya.

Friday, January 18, 2008

"Guru" dan "Murid"

Seseorang pernah bercerita padaku kalau Dosennya lebih suka disebut sebagai ”guru” ketimbang sebutan ”dosen”. Sekilas nampaknya cuma sepele, namun ternyata dosen tersebut memiliki alasan filosofis. Guru memiliki makna filosofi ”digugu lan ditiru” sedangkan dosen apa maknanya/asal katanya ?
Analogi dengan hal tersebut, aku juga lebih suka disebut ”murid” ketimbang ”mahasiswa”. Murid berasal dari bahasa arab yang maknanya ”wong sing ndoleki warid’e Gusti Allah”. Kalau mahasiswa, apakah pantas ”orang-orang seperti itu” menyandang awalan ”maha” ? siswa sendiri maknanya juga nggak jelas (buatku) begitu juga dosen.. jangan-jangan itu berasal dari bahasa inggris ”dozen”, He..3x.

Wednesday, January 09, 2008

Hukum Benford dan al-Qur' an

Frank Benford, fisikawan dari GE (General Electric), beberapa puluh tahun yang lalu, menemukan fenomena menarik dari alam. Apakah jumlah batu di pantai, jumlah kata dan huruf dari majalah, ataukah uang yang ada di bank, angka yang paling sering muncul adalah "1" . Benford bukan satu-satunya yang menemukan fenomena menarik ini. 19 tahun sebelum ber­akhirnya abad ke-19, astronom Amerika dan juga ahli matematika, yaitu Simon Newcomb, telah mengetahui bahwa halaman­halaman buku yang tebal, dengan mendistribusikan digit "1" sampai "9" dengan pola yang menakjubkan, memberikan suatu pola yang relatif sama. Namun penemuan ini dengan cepat dilupakan orang sampai 57 tahun kemudian muncullah Frank Benford. la merumuskan pola angka setelah meneliti dan menganalisis 20.229 satuan angka dari mana saja mereka berasal; sungai, konstanta fisika, tingkat kematian, dan sebagainya.
Selanjutnya Hukum ini (bahwa angka yang paling muncul di alam adalah “1”) dikenal sebagai Hukuk Benford.

Tahun 1995, 114 tahun setelah penemuan Newcomb, Theodore Hill membuktikan bahwa hukum alam yang baru telah ditemukan oleh Benford. (Perhatikan, angka-angka abad ke­-19, 57,114, dan 1995. Semuanya "kebetulan" kelipatan 19).

Hasilnya adalah-ditunjukkan dalam pola berikut : ­sekitar 30,1% dimulai dengan angka 1; 17,6% dimulai dengan angka 2; 12,5% dst. Bandingkan dengan distribusi ayat Al-Quran berdasarkan Hk Benford, maka hasilnya sungguh mengagumkan karena distribusi ayat alQuran sepola dengan fenomena alam. Jumlah surat yang diawali digit 1 ada 30 surat, diawali digit 2 ada 17 surat dst sampai yang diawali digit 9 hanya 5 surat!!

Murad Abdul Majeed dari Amerika Serikat membuktikan bahwa aplikasi Hukum Benford ini bisa diterapkan pada Al­Qur'an dengan menemukan jumlah ayat tiap surat, dari 114 surat yang berawal dengan digit 1,2,3 sampai 9. Misalnya saja, surat kesatu adalah al-Fatihah, jumlah ayat adalah 7, dengan awalan digit 7. Sedangkan surat kedua, al-Baqarah jumlah ayatnya 286, diawali digit 2, dan seterusnya. Maka dengan cara demikian didapatkan bahwa ada 30 surat yang dimulai dengan digit 1, 17 surat yang diawali digit 2 dan seterusnya hingga terakhir ada 5 suarat yang diawali digit 9 (selengkapnya bisa dilihat pd Matematika Alam Semesta). Bila diuraikan lebih lanjut, misal surat Al-Baqoroh, digit 2 (286) menjadi 2,8,6 dan hanya diambil bilangan primanya saja maka bila dipetakan akan membentuk matriks yang sederhana yang apabila satu saja ayatnya berubah akan ketahuan karena bentuknya akan menjadi tidak seimbang. Lalu, manusia/jin manakah yang dapat membuat kitab serupa itu ??
Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...