Saturday, May 31, 2008

Keep u'r Lisan

Lisan, pada pengajian barusan dikupas habis2an. Jangan kau sangka kebanyakan orang masuk neraka itu karena perbuatannya, namun karena lisannya. Sepatah kata dapat Membuat Allah Murka (like this: Cari rejeki haram aja sulit apalagi cari yang halal ?? OR bangga terhadap orang2 kafir and so on..), sebaliknya menjaga lisan dapat membuat kita selamat dunia akhirat, ”diamlah” kalau itu bukan urusanmu, begitu lanjutannya. Mengatakan kejelekan orang meski itu benar termasuk ghibah, kalau menjelekkan orang yang tidak sesuai dengan keadaan sebenarnya itu termasuk bukhtan, Dosanya lebih besar dari pada seorang pelacur. Bagaimana bisa ?kalau seorang pelacur minta ampun ia akan diampuni, namun kalau orang yang ghibah atau bukhtan minta ampun ? dia harus minta maaf ke orang lain, baru Allah akan memaafkan. Sesungguhnya orang-orang yang bangkrut bukanlah orang kaya yang kehilangan hartanya namun orang yang suka melaksanakan sholat, puasa dan membayar zakat tapi dia tidak bisa menjaga lisan dan tangannya, sehingga kelak amal perbuatannya itu diminta oleh orang lain yang pernah dia omongkan kejelkannya atau pernah ia pukul. Na’udzubillah.. Bahkan Ummul Mukminin, Aisyah ra, pernah pernah meludahkan darah kotor disertai daging ketika ia mengatakan pada rasul bahwa istrinya yang saat itu datang bertubuh pendek. Semoga kita termasuk orang-orang yang selamat, Amiin.

Saturday, May 24, 2008

Akhirnya BBM naik juga

Setelah mengantri hampir setengah jam di POM, akhirnya tangki sepedaku terisi bensin. Segar, begitu kata motorku setelah minum 2,5 liter bensin yang harganya beberapa menit lagi saat itu akan naik. Sebagai orang yang nggak punya, naiknya BBM ini jelas memberatkan. Tapi mau tak mau, BBM pun tetap naik. Trus gimana ? yo trimo wae,, sampe' dhower koen berorasi BBM yo tetep naik, itu kata temanku (yg gi duduk di sampingku).

Aneh, padahal selama ini perusahaan minyak (like schlumberger, Total, Shell, Chevron, etc) untung besar. Nah, negara kita kan penghasil minyak, harusnya kita untung besar dengan kenaikan harga minyak dunia. Lha kok Pertamina malah buntung, bukan untung, hingga menaikkan harga BBM saat ini. Nggak taulah, sekali lagi kita terima aja...

Sebenarnya saya merasa minyak fosil (BBM) tidak akan habis selama pengeksplorasian dan penggunaanya sesuai aturan, karena Allah meciptakan bumi seisinya (include fossil fuel) untuk manusia. Namun yang terjadi di lapangan ternyata banyak penyimpangan sejak eksplorasi minyak sampai dengan penditribusiannya.Karena minyak (katanya) akan habis so mau tak mau kita harus mencari sumber energi lain yang baru dan terbarukan (kata dosen 'Teknik Konversi Energi' saya). Beberapa energi alternati itu diantaranya adalah : Biofuel (tugas TKE saya), Biomass (ini praktikum fisis III saya), Biogas (ini yang saya ikutkan LKTM di tingkat kampus), dan lain sebagainya.

Melihat orang antri bahan bakar, baik itu LPG, minyak tanah, ataupun BBM rasanya kok hal itu tidak pantas terjadi di negeri ini. Negeri kita kaya akan potensi SDA, tidak hanya fossil tapi juga bahan-bahan nabati yang dapat dijadikan sumber energi. Jarak (Jathropa) selama ini sudah diteliti untuk dijadikan BBM, tapi kok ya lama sekali perkembangannya. kapan kita bisa menggunakan minyak jarak untuk BBM ? sekarang pun sebenarnya sudah bisa, permasalahannya hanya pada SDM-SDM kita, sejauh mana mereka mau dan mampu mengaplikasikan ilmunya untuk hal yang bermanfaat ini. Kabar yang saya baca dari internet, salah seorang akan mendirikan kilang bioethanol secara besar-besran di negeri ini. Singkong, yang selama ii hanya kita makan akan naik derajatnya sebagai bahan utama penghasil biethanol, sedang jrak dikembangkan untuk menghasilkan biodiesel. (biodiesel untuk menggantikan solar sedangkan bioethanol untuk menggantikan gasoline/bensin).
Nah saya sendiri sudah menyiapkan sepeda pancal teman saya untuk menggantikan sepeda motor saya. Nggak kuat untuk belin bensin, mending dipake untuk beli buku yang bermanfaat, tul ga ??

Yang berminat dengan energi natural (tanpa listrik dan energi lainnya) silakan kunjungi blog kroni saya, 'ikal the boikoters' beliau ahlinya di bidang ini (3 proposal PKM, 1 paten).

Thursday, May 22, 2008

Konsep Membangun Negara: Q.S Al-Maidah 12

Dan sesungguhnya Allah telah membuat perjanjian dengan Bani Israil dan mengangkat 12 orang mereka (anak Nabi Ya’kub) menjadi orang-orang yang terpilih: ada yang bagian menurunkan panglima-panglima, ada yang bagian menurunkan Nabi-nabi dll. Selanjutnya Allah akan membela manusia jika :

1.Mendirikan Sholat
Sholat merupakan tiang agama, semakin kuat pancangannya maka semakin tegak agama itu berdiri. Jikalau semua orang islam di negeri ini sholat di masjid; mushola semua maka berapapun jumlah masjid tdk akan mencukupi. Sayang yang sholat di masjid hanya beberapa orang padahal semakin banyak dan megah masjid di bangun. Selama ini saya sendiri menilai seseorang dari sholatnya. Senakal apapun orang itu, selama dia masih menjaga sholat jamaahnya maka saya masih menganggapnya baik, apalagi kalau dia bisa sholat subuh berjamaah.

2.Membayar Zakat
 
Pada zaman khalifah Umar bin Abdul Aziz (memerintah hanya 32 bulan), negara hanya hidup dari zakat, infak dan shodaqoh, Tidak ada hasil tambang maupun pertanian. Namun negara bisa membayari hutang2 semua orang miskin dan bahkan menyuruh pemuda-pemuda untuk menikah, negara yang membiayai pernikahannya. Dengan begitu tidak ada lagi kemiskinan dan perzinaan. Semuanya hanya berasal dari zakat.

3.Percaya kepada Rasulullah
Beriman kepada Rasul itu wajib, tanpa sedikitpun keraguan. Apapun kata rasul kita harus sami’na wa atho’na. Tidak seperti beberapa ulama di negeri ini yang jika diberi tahu suatu hadist langsung menimpali; apakah hadist itu shohih? Ini sangat tidak sopan, apakah kita mau su’uszon pada Rasul? Pantas saja musibah menimpa negeri ini kalau akhlaq ulama’nya kepada rasul seprti itu.


4.Membantu Rasulullah
Selanjutnya, kita wajib membantu rasul terutama dalam mensyiarkan agama islam, Beramar ma’ruf nahi munkar. Dengan membantu Rasul berarti kita telah meneladaninya dan balasannya akan jauh lebih besar.


5.Shodaqoh
Menghutangi termasuk shodaqoh, apalagi yang kita hutangi adalah Allah. Kalau manusia saja dipinjami uang akan membalasnya, bagaimana dengan Allah ? Pasti balasannya jauh lebih besar.


Lima hal tersebut merupakan konsep membangun negara yang disebutkan dalam Quran. Tidak harus menggembor-gemborkan negara islam. Jika semua itu bisa dilakukan mulai diri sendiri maka niscaya kita akan mendapatkan surgaNya, tidak hanya surga akhirat tapi juga surga duniawi ini. Namun jika kita kufur, sungguh kita akan tersesat dan jauh dari jalan lurus yang diridhoiNya.


(source: dari pangajian tadi pagi, Tafsir Al-Maidah:12)

Tuesday, May 20, 2008

Self Control System

Block diagram self control system
Pada sistem pengendalian (control system), suatu sistem dapat dimodelkan melalui blok diagram yang mengandung fungsi transfer berupa persamaan matematis. Pada bagian ini saya mencoba mengaplikasikan sistem pengendalian tersebut untuk mengendalikan diri, self control system (self CS).

Pada umumnya sistem pengendalian umpan balik (feedback CS) terdiri atas empat elemen utama: Controller (pengendali), Actuator (penguat), Plant (Proses yang dikendalikan) dan Feedback (umpan balik). Pada Self CS, bertindak sebagai controller (pengendali) adalah Al-Quran, Actuatornya adalah Al Hadist, Proses yang dikendalikan adalah sikap/perbuatan diri sendiri dan elemen feedbacknya adalah hati (Qalbu).

Elemen-elemen tersebut dapat dijabarkan sebagai berikut:
  1. Kontroler : Al-Qur’an.
    Kontroler merupakan elemen pengendali yang menghasilkan sinyal kontrol bagi plant. Al-Quran sebagai pedoman hidup juga berfungsi untuk mengendalikan diri kita. Ayat-ayat Alquran banyak yang memerintahkan untuk mengendalikan diri. Output dari kontroler ini adalah sinyal kontrol.
  2. Actuator : Al-Hadist.
    Actuator merupakan elemen penguat dan pengkonversi yang berfungsi untuk menguatkan sinyal kontrol dari kontroler menjadi sinyal baru dengan daya yang lebih besar dan sesuai daya yang dibutuhkan oleh plant. Jadi disini Alhadist memperkuat ’sinyal’ dari Al-Quran dan mengkonversinya sehingga menjadi lebih jelas agar isi Al-Wuran tersebut dapat dipahami dan diamalkan.
  3. Plant : Diri sendiri
    Plant merupakan proses yang dikendalikan. Disini variabel proses yang akan dikendalikan misalnya adalah sikap,amal,perbuatan, nafsu dan lain sebagainya yang keluar dari diri kita. Bagaimana caranya agar sikap kita sesuai dengan Al-Quran dan Al-hadist, disinilah proses itu berlangsung. Output sikap kita akan dumpan balikkan oleh hati untuk mengetahui besarnya Error, E (s).
  4. Feedback : Hati.
    Hati merupakan elemen pengumpan balik dimana output yang akan dihasilkan dibandingkan dulu dengan setpoint (input). Rasulullah pernah bersabda: ”Dengarkanlah kata hatimu..” meskipun ulama memfatwakan boleh, jika hatimu melarangnya maka jangan kamu lakukan. Setiap aktivitas yang akan kita lakukan akan diumpan balikkan (feedback) oleh hati untuk dibandingkan dengan Al-Quran dan Al-Hadist, begitu seterusnya.
Sedang secara matematis, blok diagram tersebut dapat disederhanakan menjadi fungsi transfer sebagai berikut:
Dimana :
GD(s) : Al-Quran dan Al-Hadist
GP(s) : Diri Sendiri
H(s) : Qolbu
C(s) : Ouput Sistem
R(s) : Input Sistem

Begitulah, apapun yang akan kita lakukan jika dikendalikan maka akan menghasilkan controlled variable (variable terkontrol/terkendali) C(s) yakni yang sesuai/sebanding dengan Al-Quran dan Al-Hadist (GD(s)). Hal itu terlihat dalam persamaan matematis di atas.

Akal (brain) sengaja tidak saya masukkan karena Agama ini tidak menurut akal, namun harus mengikuti/taat (yakin) pada ketentuan Allah SWT.

Semoga Bermanfaat. Bersambung di sini: Adakah self control system...?

Reference:
  • Nurlita Gamayanti ST, Modul Sistem Pengaturan (dowloaded from inherent.its.ac.id
  • Katuhiko Ogata, Modern Control System, Prentice Hall.
  • Etc.

Sunday, May 18, 2008

H I J R A H

”Maka siapa yang hijrahnya menuju kepada Allah dan Rasulullah, maka hijrahnya akan sampai diterima Allah dan Rasulullah. Dan siapa yang hijrah karena kekayaan dunia yang akan didapat, atau karena perempuan yang akan dikawin, maka hijrahnya terhenti pada apa yang ia hijrah kepadanya”.

Camkanlah sabda Rasulullah SAW tersebut dan perhatikanlah persoalan ini jika engkau memiliki kecerdasan faham.Hijrah harus dilakukan tulus karena Allah ta’ala. Begitu juga dalam melakukan amal perbuatan, harus tulus karena Allah ta’ala. Amal perbuatan merupakan salah satu bentuk hijrah di masa kini, yakni hijrah dari perbuatan/tempat maksiat menuju ke yang lebih baik. Seringkali kembali ke perbuatan maksiat itu wajar, namun kita tetap harus berusaha menuju kebaikan dan lambat laun hal itu akan tercapai. Janganlah kita hijrah karena hal lain yang didalam hadist diatas dicontohkan karena kekayaan atau seorang perempuan. Dikisahkan seorang perempuan yang cantik pada masa itu yang terkenal dengan sebutan Muhajir Ummul Qaysm, ikut hijrah bersama rasul. Namun banyak laki-laki yang turut hijrah bersamanya hanya karena ingin mengawininya. Tentu karena niat mereka seperti itu maka tujuan mereka hanya akan terhenti sampai disitu.

Bentuk hijrah yang lain adalah dari lalai menuju ingat. Yang sebelumnya waktu kita terbuang sia-sia sedikit demi sedikit kita gunakan untuk mengingatNya. Saar nonton TV, saat mengemudi, saat jalan atau bahkan saat ke Mal/pasar. Tempat dimana orang banyak lupanya merupakan tempat yang mustajab, dan di Mal/pasarlah orang biasanya lupa akan Rabbnya. Jadikanlah hatimu ingat pada Allah dan gerakkan lisanmu, begitu seorang bijak pernah berucap. Dan engkau akan mendapatkan cinta Allah padamu. Ringan, sungguh ringan, sambil bersepeda, nonton, jalan-jalan dan lain sebagainya. Namun bila ditimbang amal tersebut akan dapat mengalahkan langit dan bumi seisinya. Hanya dengan mengucap: Subhanallah wabihamdihi, Subhanallah hil’adhzim...


”Sesungguhnya dalam penciptaan langit dan bumi, dan silih bergantinya malam dan siang terdapat tanda-tanda bagi orang-orang yang berakal, yaitu orang-orang yang mengingat Allah sambil berdiri atau duduk atau dalam keadan berbaring..." (QS: Ali-Imron:191-192)

Saturday, May 03, 2008

Mata lalat ilhami medical imaging [1]

Lalat begitu mudahnya mengubah arah tebangnya dalam sesaat, "dia" juga begitu pandai memilih bunga mana yang memiliki lebih banyak kandungan nutrisinya, apa yang membuat lalat begitu sophiticated seperti ini ?? Let see...
Anatomi Lalat
Secara umum anatomi insekta terdiri atas 3 bagian: head, thorax dan abdomen. Sedangkan mata lalat terdiri atas beberapa bagian yang membentuk mata jala atau terlihat seperti lubang. Gabungan bagian -bagian itu dinamakan mata majemuk (compound eye). Lubang yang kita lihat adalah kornea, terdiri atas bebrapa mata facet. Tiap mata facet merepresentasikan sebuah elemen penglihatan tunggal, disebut ommatidium yang memanjang turun sampai ke inti mata. tiap omnatiodium terdiri atas :
  1. Corneal lens: sebuah hexagonal facet dengan selaput transparant yang membentuk lensa.
  2. Crystaline cone: gabungan dari 4 sel
  3. Pigmen cells, sekeliling crystaline cone dan retinula cells yang memisahkan satu ommatidium dengan ommatidium lainnya.
  4. Retinula cells, sel penglihatan pada tiap dasar ommatidium dengan struktur photoreceptor yang disebut rhabdom.
Mata Majemuk atau Mata Facet Lalat
Sebuah mata majemuk lalat tersusun atas satuan optik berjumlah sangat banyak, masing-masing dengan lensa optiknya sendiri,dan menghasilkan sejumlah besar gambar. Rangkaian saraf dari setiap satuan optik mengambil hasil rata-rata dari gambar yang ada, sehingga dihasilkanlah sebuah bayangan gambar yang lebih jelas daripada latar belakang yang dipenuhi pengotor. Mata lalat dapat mengindra getaran cahaya 330 kali per detik. Ditinjau dari sisi ini, mata lalat enam kali lebih peka daripada mata manusia.Pada saat yang sama, mata lalat juga dapat mengindra frekuensi-frekuensi ultraviolet pada spektrum cahaya yang tidak terlihat oleh kita.Perangkat ini memudahkan lalat untuk menghidar dari musuhnya, terutama di lingkungan gelap. Mata majemuk lalat merupakan alat tubuh terpenting yang memainkan peran dalam sistem penglihatan, sebuah fungsi teramat penting dalam kelangsungan hidup binatang tersebut. Ketika alat tubuh ini diteliti, akan kita saksikan lensa-lensa, yang secara khusus menghamburkan cahaya, membentuk permukaan cekung yang memberikan ruang penglihatan yang luas dan memusatkan bayangan [gambar yang terbentuk] pada satu titik pusat. Sisi-sisi satuan optik [optical unit] pada permukaan tersebut berbentuk segienam (heksagonal).

Berkat bentuk segienam ini, satuan-satuan optik itu satu sama lain terpasang rapat. Dengan cara ini, celah-celah kosong yang tidak diinginkan -- yang muncul
jika bentuk geometris lain digunakan -- tidaklah terbentuk; dengan demikian penggunaan paling menguntungkan dari luasan yang ada telah diterapkan. Meskipun berkas-berkas cahaya yang berasal dari sejumlah besar lensa diperkirakan akan menghasilkan sebuah bayangan gambar yang kacau, ini tidak pernah terjadi, dan lalat dapat melihat sebuah ruang penglihatan yang luas dalam satu bayangan gambar.

Di dalam Al Quran Allah berfirman :

"Hai manusia, telah dibuat perumpamaan, maka dengarkanlah olehmu perumpamaan itu. Sesungguhnya segala yang kamu seru selain Allah sekali-kali tidak dapat menciptakan seekor lalatpun, walaupun mereka bersatu menciptakannya. Dan jika lalat itu merampas sesuatu dari mereka, tiadalah mereka dapat merebutnya kembali dari lalat itu. Amat lemahlah yang menyembah dan amat lemah (pulalah) yang disembah." (QS.Al-Hajj:73)

Lalu bagaimana bisa menghilamahi pencitraan medis (medical imaging) ?
Bersambung... disini .
 

Sumber:
-howstuffworks.com
-bpmedia.com
-harunyahya.com
Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...