Wednesday, January 10, 2018

Berpikir terbalik

Kadang saya suka berandai-andai: bagaimana kalau sebaliknya...?

Saat ramai-ramai izin taksi online atau ojek online dipermasalahkan, saat itu saya punya pikiran: bagaimana kalau sebaliknya...? bagaimana kalau taksi dan ojek konvensional yang dilarang saja: semua harus online. Setidaknya ada manfaat: keterbukaan dan kemudahan, meski hanya untuk sebagian orang (di masa depan tentu manfaatnya lebih banyak).

Saat perayaan tahun baru dilarang: bagaimana kalau sebaliknya...? bagaimana kalau malah harus merayakan dengan hal yang negatif...? OK, begini urutannya:
Tidak boleh merayakan sama sekali --> boleh merayakan dengan hal yang positif --> boleh merayakan dengan hal yang positif/negatif --> harus merayakan dengan hal yang negatif.
Bagaimana jika seperti itu...?

Terkait "publikasi harus terindeks Scopus". Bagaimana kalau dibalik: Tidak boleh publikasi yang terindeks scopus. Atau kalau mau lebih extrim lagi: jika (sengaja) publikasi (hanya) terindeks Scopus --> pecat!

Bagaimana jika sepert itu...?

Anda tidak bisa melarang orang yang memakai cadar atau memakai jilbab. Sebaliknya anda juga tidak bisa melarang seseorang berpakaian seminimal mungkin atau (hampir) telanjang. Peraturanlah yang mengaturnya. Dan agama saya kaya akan peraturan seperti itu.

Dunia diciptakan berpasangan, ada hitam ada putih, ada gelap ada terang.

Ini pikiran ekstrim, setidaknya ada perimbangan dari satu kubu bahwa tidak ada kebenaran mutlak selama kita di dunia ini. Selama agama tidak melarang, tidak masalah. Peraturan buatan manusia banyak salahnya dan bisa diubah.

Monday, January 08, 2018

(Tidak) Merayakan tahun baru (2018): kemudahan menjalankan ibadah di Jepang

Tahun baru 2018.

Berawal dari keinginan untuk mengisi liburan dengan kegiatan yang postif. Memanfaatkan musim libur, awalnya "kami (saya + Dwi Prananto)" ingin menggunakan 18 kippu, tiket terusan murah meriah yang yang bisa dipakai untuk semua jenis kereta express dan local. Namun, karena seat kereta Moonlight Nagara sudah habis, kami memutuskan untuk naik bis. Pada (perayaan) Tahun baru ini, kami mendapatkan kemudahan menjalankan ibadah (sholat) di beberapa public space di Jepang.

Tokyo

Kami berangkat dari Nomi (能美市) jam 8 malam. Dengan menggunakan bus shuttle dari kampus menuju Tsurugi eki (鶴来駅). Dari Tsurugi dilanjut kereta hokutetsu (北陸石川線)  ke nishi-kanazawa (西金沢)/shin-nishikanazawa (新西金沢), dan dengan JR ke Kanazawa. Bus ke Tokyo berangkat dari Kanazawa eki (nishi gate) jam 22.15, dijadwalkan sampai di Tokyo ikebukuro jam 7.10, namun agak terlambat, jam 7.30. Pesan tiket Bus bisa lewat web ini, dan bayar via kombini atau credit/debit card. Jangan takut, bis ini amat sangat nyaman, lengkap dengan penutup kepala dan tempat kaki yang membuat tidur menjadi pulas.

Dari Ikebukuro Sunshine bus terminal kami berjalan menuju stasiun Ikebukuro. Dari Ikebukuro kami naik Yamanote Line ke Ueno untuk menuju ke Space hostel. Harusnya ada eki yang lebih dekat, yakni Iriya. Karena belum tahu, kami turun di Ueno dan jalan ke Space hostel. Kelebihan hostel ini, selain murah juga bisa check in lebih pagi, jam 08.00 JST. Hostel ini juga dekat dengan Ueno koen, zoo, National Museum dan beberapa obyek wisata lainnya.

Tuesday, December 26, 2017

Kembali ke Jepang: Life at Nomi

Tak terasa, sudah tiga tahun saya meninggalkan Jepang, tepatnya 3 tahun 3 bulan. Alhamdulillah, Allah menakdirkan saya kembali ke Jepang melalui MEXT. Melalui seorang teman, saya mendapat informasi tentang beasiswa MEXT, kemudian saya apply beasiswa tsb, wawancara dan alhamdulillah diterima. Saat bekerja di Jepang dulu, saya sudah beberapa kali apply beasiswa dan gagal. Saya sendiri bisa ke Jepang saat itu dengan beasiswa Jasso, kemudian bekerja di sebuah perusahaan Jepang di Mie-ken. Pelajaran yang bisa diambil, jangan takut untuk mencoba. Puluhan kali saya mencoba mendaftar beasiswa (Jepang) sejak S1, kemudian setelah lulus S2, kemudian setelah jadi PNS, akhirnya berbuah. Sebelumnya saya diinstruksikan untuk mendaftar beasiswa ke Eropa, namun hati kecil saya ingin kembali je Jepang, lingkungan dimana saya sudah terbiasa. Dan Tuhanpun mengabulkannya, Aamiin.

Saya masih ingat email terakhir dari calon supervisor yang mereject aplikasi saya, beliau menulis: "Have a colorful life in Japan", dan alhamdulillah, insyaAllah menjadi kenyataan.

Saturday, December 16, 2017

私の日本語教室

毎週、私は日本語教室に3回かい行きます。 「辰口」と「JAIST」と「 根上」です。

辰口教室は能美市 岩内コミュニティーセンターで火曜日の10時から12までです。先生は西川先生です。西川先生とは、ちょっと漢字を勉強しています。辰口のクラスは近いちかいです。JAISTからうちからあそこまで先生の車で5分ぐらいです。能美市日本語の先生はとても親切です。日本語の本は「みんなの日本語初級Ⅰ」です.今まで辰口では第10課まで勉強しました。

JAIST教室は火曜日の午後3時から5時までです。先生は滝沢(たきざわ)先生章子です。先生とは章子に、会話を勉強しています。私はJAISTの留学生ですから、 JAISTのクラスは一番近くてちかいです。うちからあそこまで2分ふんぐらいで行けます私はJAISTの留学生です。JAISTのクラスは第14課まで勉強しましたです。

根上教室は能美市 根上学習センターで土曜日の10時から12時までです。先生は山本先生です。あの先生は凄い偉い先生です。山本先生とは、日本語の文法を勉強しています。本は同じです、「みんなの日本語」で。今まで勉強は第17課まで勉強しました。です。根上のクラスは一番遠いです、でも勉強は努力ありますですよでも何かを学ぶためには努力することが一番大切だと思います。

日本語の勉強はとても面白いです。私は日本語だけででけはなく、日本の文化も勉強したいと思います。



ノート:
  • striketrough --> revised by 滝沢 先生
  • bold --> new from 滝沢先生

Thursday, November 23, 2017

Menulis persamaan Matematika dengan Latex di Blogger

Ini adalah tips lama, namun setelah saya cek, ternyata banyak skrip latex saya yang error karena server mathjax telah berpindah dari CDN ke CDNJS (as April 2017).

Sederhananya, salin kode berikut ke dalam theme html blogger anda (theme > edit html), persis setelah <head>.

<!-- for latex -->
<script type="text/x-mathjax-config">
 MathJax.Hub.Config({
  tex2jax: {inlineMath: [['$','$'], ['\\(','\\)']]}
 });
</script>
<script async="async" src="https://cdnjs.cloudflare.com/ajax/libs/mathjax/2.7.1/MathJax.js?config=TeX-AMS_CHTML" type="text/javascript">
</script>

Berikut adalah contohnya,
$$ E = mc^2 $$

Persamaan di atas ditulis dengan,
$$ E = mc^2 $$


Selamat mencoba!

Referensi:
  1. Davide Cervone, Casey Stark, Robert Miner, Paul Topping, Frédéri, MathJax Documentation, Release 2.7, Nov 08, 2017.

Wednesday, November 22, 2017

Klasifikasi Emosi

Tulisan ini bukan tentang "perkenalan dengan emosi" namun tentang seri pengenalan emosi (secara otomatis, khususnya dari ujaran/speech). Tulisan pertama ini berkenaan dengan jenis-jenis pembagian emosi dan alasan dibalik pembagian tersebut.

Emosi manusia terbagi menjadi beberapa jenis. Pembagiannya pun beragam, tergantung siapa dan berdasarkan apa dia membaginya. Tentunya yang membagi adalah orang yang ahli dibidangnya, bisa psikolog atau psikiater (??).
Pembagian emosi secara diskirt (Sumber: Wikipedia)

Saturday, November 18, 2017

日本語を勉強しましょう!!!

日本語を勉強しましょう。

私の名前はバグスです。 インドネシアからきました。三音前に日本に住んでいます。
今日本大学の院研究生です。
この文は日本語書いています。 現在に日本語を勉強しています。
これは私が日本語を学ぶ方法です. 

日本語本 (フリーテキスト/free textbook)

日本語の本は沢山あります。 この下に、私が日本語を学ぶために使ったフーリーテキストです。
他本は: みんあ日本語。でも、その本を買いてください。

辞書 (dictionary)

辞書は大切です。簡単はソフトウェアを使います、PC と Android スマートフォン です。

Spaced Repetition

Spaced repetitionは方法です。この方法では、この間休憩があります。 そして、 Study - Stop - Study - Stop - ...
wiki >> https://en.wikipedia.org/wiki/Spaced_repetition
この方法を用いることで、日本語学習を改善することができます。

ソフト (Application)

spaced repetition は方法です。ソフト名前SRS、spaced repetition software. このSRSはいいです。
はい、あれは最初ポストです。あと、日本語勉強しましょう。がんばります!!!


インドネシア語で

Ini adalah kesekian kalinya saya belajar bahasa Jepang. Pertama kalinya tahun 2011, sampai 2014 saya pulang ke Indonesia, alhamdulillah sekarang dapat kesempatan ke Jepang lagi. Ayo belajar bahasa Jepang! Ikatlah ilmu dengan menuliskannya. Ini cara saya `mengikat` ilmu bahasa Jepang, dengan membagikan tools dan tips belajar bahasa Jepang di atas. Semoga ini merupakan success story belajar bahasa Jepang setelah beberapa kali fail sebelumnya. Ganbatte!

Thursday, November 16, 2017

Tutorial python virtualenv

Bahasa pemrograman python sedang boooming, menurut IEEE programming language rank, python menempati urutan pertama. Setelah membuat tutorial singkat, learning python: the hardway, saya jarang membukanya dan menggunakannya. Untuk memaksa hal tersebut, saya membuat tutorial lagi, yang saya sadur dari software carpentry. Kali ini saya akan mencatat tentang penggunaan `virtualenv`, module python yang digunakan untuk mengisolasi environment, seperti menggunakan modul versi tertentu dan setup tertentu. Hal ini sangat penting karena beberapa kode yang dibuat hanya berjalan pada versi yang sama, bukan versi di atasnya atau di bawahnya, misalnya deep learning untuk klasifikasi genre musik ini. Virtualenv ini sangat mirip dengan `modulefile` pada HPC (high performance computing).

Instalasi
Ada dua cara yang saya rekomendasikan untuk menginstall virtualenv, cara pertama dengan apt(-get), cara kedua dengan pip. Saya lebih merekomendasikan cara kedua.

Jika memakai cara pertama (apt untuk ubuntu, apt-get untuk debian-based)
sudo apt install virtualenv

Cara kedua (lebih direkomendasikan),
sudo -H pip install virtualenv

Pip adalah `python installing packages`, karena kita sedang menggunakan python, karena itulah saya lebih merekomendasikan cara kedua. Argument -H artinya agar installasi di-set ke user dari Home (alaiu, as long as i understood). Kemudian untuk mengecek apakah sudah terinstal, seperti biasa, cek dengan argumen --version.
virtualenv --version

Membuat virtualev
Untuk membuat python virtualennv, caranya cukup mudah sbb:
virtualenv nama_virtual_python
source nama_virtual_python/bin/activate

Denga perintah itu virtualenv dengan nama `nama_vitual_python` telah dibuat dan diaktivas dengan perintah berikutnya yakni `source activate`. Setelah perintah itu dijalankan, maka kita sudah berada pada python virtual environment dimana kita bisa menginstall dan menggunakan modul/package python dengan versi selain versi modul yang terinstall di komputer. Contohnya sebagai berikut,
pip install tensorflow==1.0.0 sugartensor==1.0.0.2 pandas>=0.19.2 librosa==0.5.0 sckits.audiolab==0.11.0 numpy==1.13.3

Menon-aktifkan virtualenv
Sebagai kebalikan perintah `source activate`, kita bisa menggunakan perintah `deactivate` saja tanpa argumen untuk menon-aktifkan virtualenv python dan kembali ke environment python secara umum di PC kita.
deactivate


Referensi:
  1. http://www.pythonforbeginners.com/basics/how-to-use-python-virtualenv

Wednesday, November 15, 2017

Make blogspot content and image header fit any screen resolution

So, I need to adjust screen resolution of my blog. First, I need my blog content fits any screen resolution. Currently I use 24" inch monitor so it looks ugly on my own monitor.
My blog opened on smartphone with mobile view disable (m=0)

After some googling, I found this blog post can be implemented, just found the following lines on the blogger template.
.content-outer, .content-fauxcolumn-outer, .region-inner {
        min-width: $(content.width);
        max-width: $(content.width);
        _width: $(content.width);
      }

Change those line with this one,
.content-outer, .content-fauxcolumn-outer, .region-inner {
        min-width: 1000px; /*$(content.width)*/
        max-width: 1280px; /*$(content.width)*/
        _width: 100%; /*$(content.width)*/
      }

Whoaa!! It changes my blog screen resolution to fit any page just in seconds. You don't need to understand the code. But,if you want, here is the simple explanation.

Friday, November 03, 2017

Sightseeing in Takayama dan Shirakawa Go

Date & Time: Saturday, October 28th, 2017 7:50 - 19:00
Destinations: Takayama, Shirakawa-go
Participants : 40 International Students, 4 Staffs of International Student Section
Total: 44 participants
Fee: JPY 1700

Shirakawa go from the view point

Time table:
07.50   Leave JAIST
09.15   Rest at service area
10.15   Arrive at Takayama
12.45   Leave Takayama
13.00   Lunch at Festa Forest
13.45   Leave for Shirakawa Go
14.45   Arrive at Shirakawa Go
16.45   Leave Shirakawa Go
18.00   Rest at rest area
19.00   Arrive at JAIST

Resume:

Thursday, October 19, 2017

HRIR, HRTF, dan BRIR

Artikel ini berkaitan dengan bidang ilmu akustik, subbidang spatial sound. HRIR, head related impulse response, merupakan impulse response kedua telinga ketika mendengarkan `sesuatu`. Jadi sebenarnya, apa yang kita dengarkan adalah `sesuatu` yang telah bercampur dengan `lingkungan`. Lingkungan ini bisa berupa ruangan. Idealnya, apa yang kita dengarkan tidak dipengaruhi oleh lingkungan. Untuk mencapai kondisi ideal inilah dilakukan pengukuran pada ruangan anechoic, ruang kedap suara, dimana apa yang kita dengarkan adalah sumber bunyi murni pada posisi tertentu. HRIR ini diukur pada kondisi tersebut, ruang kedap, sehingga respon yang diterima oleh telinga murni hanya pengaruh bentuk kepala dan posisi telinga kita serta posisi sumber suara.

Jika HRIR merupakan respon telinga karena pengaruh bentuk kepala dalam domain waktu, maka HRTF adalah Fourrier transform dari HRIR. Jadi HRTF merupakan HRIR dalam domain frekuensi.  HRTF dan HRIR ini paling banyak dipakai untuk mensimulasikan suara atau disebut auralisasi pada suatu desain ruangan untuk mendapatkan persepsi pendengaran di ruangan tersebut.

Pengukuran HRTF

HRTF diukur di ruang kedap suara dengan menggunakan head and torso simulator (HATS). Jadi hasil pengukuran sangat bergantung pada jenis HATS yang digunakan. Berbeda HATS (atau memakai manikin, atau manusia asli), maka hasilnya juga berbeda. Namun hasil pada HATS yang mewakili bentuk kebanyakan manusia bisa dipakai untuk men-generalisir hasil pengukuran.

Pada telinga HATS dipasang mikrofon kecil di dalam lubang telinga. Sumber suara dibangkitkan, umumya dipakai sinyal sine sweep atau MLS (maximum length sequences) dan direkam hasil impulsnya dengan mic di dalam HATS tadi. Geometri pengukuran membentuk geometri sehingga posisi sumber didefinisikan oleh tiga parameter (elevation, azimuth, jarak). Contoh suara pada (0,30,1) berarti pada sudut elevasi 0 derajat (tepat di depan, elevasi = sudut antara sumbu horizontal telinga dengan ketinggian sumber suara)) pada azimuth 30 derajat dari depan (depan kanan) dan pada jarak 1 m. Jarak biasanya tidak disebutkan karena pengukuran HRTF biasanya pada satu jarak/jari-jari yang sama.

Gambar berikut adalah konfigurasi posisi azimuth dan elevasi pada pengukuran HRTF sedangkan gambar bawahnya adalah contoh posisi sumber suara pada (30, 0).

Azimuth dan elevasi pada pengukuran HRTF (Sumber gambar: iidal-lab, IT Chiba)
Contoh posisi sumber suara pada (30, 0)

Wednesday, September 27, 2017

Git Undo

By default, git tidak memiliki fitur git undo karena sebenarnya fitur utama dari git adalah kemampuannya untuk meng-undo secara tak terbatas. Cara meng-undo-nya bergantung pada treatment apa yang sudah anda lakukan: mengundo commit, atau kembali pada versi sebelumnya (misal: karena anda tidak puas pada versi sekarang). Berikut caranya.

A post shared by Bagus Tris Atmaja (@bagustris) on

Sunday, September 17, 2017

Bern, Interlaken, Spiez and Fribourg

This is my second cross-country Europe tour after the second one visited Skocjan Cave in Slovenia. Although I have already visited Europe several times to ICTP Trieste, but the previous tour only sightseeing in local Trieste: the piazza, canal grande, the Grotta Gigante cave and the similar. Once I have chance for more long time, I planned this Europe tour to Switzerland, a rich country in central Europe.


Departure

The reason for choosing Switzerland is that I want to visit my friends there, combined to have an excursion to some interesting places. I depart from Trieste by train via this route: Triste - Venice - Verona - Milan, it cost Eur 31. The train available for every hour and I departed at 17.15. It takes six hours from Trieste to the Milan plus some delay caused by the rain. The next is to get bus to Chiasso from the Milan, but it is not so easy. The problem is that I have arrived at Milan on 0 O'clock midnight, the only bus will go on 00.45 and the bus stop still unclear at the time. Once failed, I will have long delay because the next train to Chiasso is only available in the morning, 7 a.m. After several times searching (it took almost 30 minutes to the bus stop), we find it and the bus is coming on 00.41, leaving Milano Centrale about 00.43, 2 minutes earlier. The following is location and map of Bus stop 236A to Chiasso from Milan.

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...